Nabi Ya'kub Membentuk Silsilah Bani Israil dalam Sejarah Islam

Nabi Ya'kub Membentuk Silsilah Bani Israil dalam Sejarah Islam
Foto: Ilustrasi Nabi Ya'kub Membentuk Silsilah Bani Israil dalam Sejarah Islam.

Nabi Ya'kub yang merupakan putra Nabi Ishaq berperan sebagai figur sentral dalam pembentukan silsilah para nabi melalui keturunannya, Bani Israil, sebagaimana diperingati dalam kajian sejarah Islam pada Minggu (19/4/2026).

Asal-usul istilah Bani Israil merujuk pada nama lain Nabi Ya'kub, yakni Israel, yang kemudian melahirkan dua belas putra sebagai cikal bakal suku-suku besar. Keturunan ini menjadi jalur bagi banyak nabi yang diutus Allah untuk membimbing umat manusia di masa lalu.

Dilansir dari Detikcom, dua belas anak Nabi Ya'kub meliputi Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Dan, Naftali, Gad, Asyer, Isakhar, Zebulon, Yusuf, dan Benyamin. Dari garis keturunan Lewi, lahir Nabi Musa dan Nabi Harun yang memimpin kaum tersebut keluar dari Mesir.

Heti Handayati Hasibuan dalam buku Sifat Bani Israil Menurut M.Quraish Shihab di Dalam Tafsir Al-Misbah menjelaskan bahwa silsilah ini berlanjut hingga masa kerajaan yang dipimpin oleh Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman. Selain itu, terdapat nama-nama nabi lain seperti Nabi Ilyas, Zakaria, hingga Nabi Isa yang menutup rangkaian kenabian dari kaum tersebut.

Karakter kaum ini turut dibahas oleh Dr. Hidayatullah, M.Ag. dalam buku Karakter Kepemimpinan Nabi Musa a.s. dalam Perspektif Al-Qur'an. Ia menyebutkan bahwa Bani Israil memiliki kecenderungan sikap yang keras kepala dan suka berkelit, meskipun penyebutan mereka dalam Al-Qur'an tidak selalu bermakna negatif.

"Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya'qub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah: "(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar,"" firman Allah SWT dalam surat Ali 'Imran ayat 93.

Ayat tersebut menegaskan aturan hukum makanan sebelum turunnya kitab Taurat kepada kaum tersebut. Perintah untuk mengingat anugerah Tuhan juga disampaikan melalui wahyu lainnya secara tegas.

"Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu. Dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi jamji-Ku kepadamu, dan takutlah kepada-Ku saja," firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 40.

Penegasan mengenai keutamaan kaum ini pada masa lampau juga tercatat dalam ayat lainnya. Hal ini menunjukkan posisi istimewa yang pernah diberikan kepada mereka dibandingkan umat lain di zamannya.

"Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah aku berikan kepadamu, dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini (pada masa itu)," firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 47.

Artikel terkait

Rekomendasi