Arab Saudi Alokasikan 3,1 Juta Kursi Penerbangan Haji 2026

Arab Saudi Alokasikan 3,1 Juta Kursi Penerbangan Haji 2026
Foto: Ilustrasi Arab Saudi Alokasikan 3,1 Juta Kursi Penerbangan Haji 2026.

Pemerintah Arab Saudi mengalokasikan lebih dari 3,1 juta kursi penerbangan melalui 12.000 jadwal terbang terjadwal maupun charter untuk melayani jemaah haji 2026. Langkah strategis ini dilakukan Kementerian Transportasi dan Logistik guna memastikan keamanan serta kenyamanan mobilitas tamu mancanegara pada Selasa (21/4/2026).

Otoritas terkait menyiapkan enam bandara utama sebagai pintu masuk internasional yang didukung oleh kekuatan personel mencapai 22.000 tenaga kerja. Pengawasan operasional bandara dan kinerja maskapai dilakukan secara langsung melalui tim pemantau real-time sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui The Islamic Information.

Maskapai nasional Saudia Airlines berkontribusi menyediakan lebih dari satu juta kursi dengan integrasi teknologi digital pada sistem pemesanan. Inovasi layanan bagasi langsung ke lokasi akomodasi juga diperkenalkan untuk meningkatkan efisiensi perjalanan jemaah.

Penyediaan transportasi udara ini diperkuat oleh maskapai Flynas yang menargetkan pengangkutan ratusan ribu jemaah dari 20 destinasi global. Tercatat sekitar 147.000 penumpang diproyeksikan menggunakan jasa maskapai tersebut selama musim haji berlangsung.

Sektor transportasi darat turut disiapkan melalui pengoperasian Kereta Mashair yang memiliki kapasitas angkut hingga dua juta penumpang antar lokasi ibadah. Sementara itu, Kereta Cepat Haramain menyediakan 2,2 juta kursi untuk menghubungkan rute suci antara Mekah dan Madinah.

Infrastruktur pendukung lainnya mencakup pengerahan 33.000 unit bus dan 5.000 taksi guna mobilisasi lokal di wilayah kerajaan. Pemerintah Saudi juga melakukan pembersihan 56 juta meter kubik pasir di area jalan serta memasang 4.000 rambu lalu lintas baru.

Layanan darurat disiagakan penuh selama 24 jam di seluruh titik transportasi darat maupun udara untuk menjamin keselamatan jemaah. Program pemeliharaan infrastruktur ini menjadi bagian dari persiapan menyeluruh Arab Saudi dalam menyambut lonjakan jemaah tahun ini.

"baggage-free traveller" kata Pemerintah Arab Saudi.

Artikel terkait

Rekomendasi