Sarminiah Jadi Jemaah Haji Tertua Yogyakarta Tahun 2026

Sarminiah Jadi Jemaah Haji Tertua Yogyakarta Tahun 2026
Foto: Ilustrasi Sarminiah Jadi Jemaah Haji Tertua Yogyakarta Tahun 2026.

Sarminiah, warga Kota Yogyakarta berusia 85 tahun, ditetapkan sebagai jemaah haji tertua yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci mulai 21 April 2026. Sosok mantan Lurah Keparakan ini menyatakan kesiapannya menjalankan ibadah secara mandiri tanpa pendampingan dari anak-anaknya.

Kesiapan fisik dan mental Sarminiah terlihat saat dirinya menghadiri agenda pamitan haji di Balai Kota Yogyakarta pada Rabu, 15 April 2026. Penegasan mengenai kemandirian tersebut disampaikan berdasarkan keyakinannya terhadap kemampuan fisik yang masih terjaga baik meski sudah memasuki usia senja.

"Kalau daftar memang sendiri, tapi nanti kan di sana banyak temannya. Anak-anak tidak mendampingi, InsyaAllah saya masih kuat," ungkap Sarminiah, Jemaah Haji Tertua Yogyakarta.

Perjalanan spiritual perempuan lansia ini dimulai sejak mendaftarkan diri pada tahun 2011, sesaat setelah melepaskan jabatan sebagai abdi negara di Kelurahan Keparakan. Dilansir dari Cahaya, keinginan tersebut muncul setelah ia sempat menjalankan ibadah umrah secara mendadak saat berkunjung ke rumah kerabatnya di Jakarta.

"Waktu itu dadakan sekali. Saya pulang ke Yogya pagi untuk ambil pakaian, jam dua siang sudah balik lagi ke Jakarta, besoknya berangkat umrah. Sepulang dari sana, saya langsung daftar haji karena ingin menyempurnakan ibadah," kenang Sarminiah, Mantan Lurah Keparakan.

Masa tunggu yang dijalani Sarminiah mencapai 15 tahun sebelum akhirnya mendapatkan kepastian kuota keberangkatan pada musim haji tahun ini. Kesehatan fisiknya yang tetap bugar didapatkan dari kebiasaan rutin berolahraga ringan dan berjalan kaki ke Pasar Sentul secara mandiri.

"Makanya, persiapannya tidak ada yang khusus, karena memang suka olahraga rutin. Kadang ingin ke (Pasar) Sentul ya jalan kaki sendiri," tutur Sarminiah.

Berdasarkan pengalamannya menunggu antrean panjang, Sarminiah menyarankan masyarakat yang memiliki kemampuan finansial dan niat kuat untuk segera mendaftar tanpa harus menunggu usia lanjut. Ia mengakui bahwa kewajiban mengurus pekerjaan dan membesarkan anak sempat menjadi pertimbangannya di masa lalu.

"Tidak usah nunggu tua seperti saya. Ada kesempatan, ya haji saja. Saya dulu kan masih kerja, anak masih kecil, jadi harus cari waktu yang tepat. Sekarang mumpung masih diberi umur oleh Allah, saya gunakan untuk beribadah," terangnya.

Sarminiah kini fokus menjaga kondisi kesehatan menjelang hari keberangkatan menuju Baitullah. Ia berharap dapat melaksanakan seluruh rangkaian rukun haji dengan lancar dan pulang membawa predikat haji mabrur ke tanah air.

Artikel terkait

Rekomendasi