Sapi kurban bantuan dari Presiden RI Prabowo Subianto, yang memiliki bobot 950 kilogram, telah disembelih di Dukuh Jatirejo RT 019, Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Penyembelihan berlangsung pada hari tasyrik, Jumat (29/5/2026). Hewan kurban ini, senilai Rp80 juta, merupakan bagian dari kegiatan kurban bersama yang diselenggarakan oleh Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Sragen.
Selain sapi yang dibantu oleh Presiden, panitia juga menyembelih tiga ekor sapi dan empat ekor kambing dari pekurban lainnya. Semua hewan kurban didistribusikan kepada warga yang memerlukan di sekitar wilayah tersebut. Kegiatan ini termasuk dalam rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-3 IPARI Tahun 2026 dengan tema nasional "IPARI Merawat Indonesia". Tema ini digerakkan melalui pilar Gerakan Sosial dan Spiritual dengan tajuk "Bahagiakan Sesama dengan Berkurban".
Sekretaris Daerah IPARI Kabupaten Sragen, Puji Hastomo, mengungkapkan bahwa lokasi penyembelihan dipilih di Dukuh Jatirejo karena merupakan kawasan yang memerlukan perhatian khusus. Hal ini dilakukan agar manfaat dari kegiatan kurban bisa dirasakan secara merata dan tepat sasaran. "Berdasarkan data kami, ada 765 warga penerima manfaat yang datang dari Dukuh Jatirejo dan Dukuh Bulak Manyar, Desa Ngargosari," kata Puji Hastomo kepada Espos pada Sabtu (30/5/2026).
Puji, atau yang lebih dikenal dengan nama panggilan Tomi, menjelaskan bahwa sapi bantuan dari Presiden Prabowo dibeli dari peternak di Desa Tangkil, Kecamatan Sragen dengan nilai Rp80 juta. Secara total, ada empat ekor sapi dan empat ekor kambing yang diserahkan dalam kegiatan kurban bersama ini. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sragen serta anggota Muspika Kecamatan Sumberlawang.
Setelah penyembelihan, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian umum dan distribusi daging kurban kepada masyarakat. "Kami berharap pengajian ini serta pembagian daging kurban dapat memperkuat pemahaman keagamaan warga, sekaligus menumbuhkan semangat berbagi, kepedulian sosial, dan kebersamaan dalam masyarakat," ujar Tomi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Fatchur Rachman, memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kurban bersama tersebut. Apresiasi tersebut mulai dari penyuluh agama Islam, pengurus IPARI, panitia, hingga para donatur. "Ibadah kurban bukan hanya wujud ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan serta memberikan manfaat konkrit bagi masyarakat yang memerlukan," katanya.
Perwakilan warga penerima manfaat, Agung Wahyudi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan dari keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Pokjaluh Islam, dan IPARI Kabupaten Sragen. Menurutnya, bantuan daging kurban sangat berarti bagi masyarakat dan menambahkan kebahagiaan pada perayaan Iduladha tahun ini.
Ketua IPARI Kabupaten Sragen, Achmad Darussalam, menyatakan bahwa semangat "IPARI Merawat Indonesia" tidak hanya diwujudkan melalui penyuluhan dan pembinaan keagamaan, tetapi juga aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. "Kurban adalah bentuk usaha bersama untuk meningkatkan kepedulian sosial dan mempererat persaudaraan umat. Dari kurban, kita belajar tentang keikhlasan, pengorbanan, dan semangat berbagi kepada sesama," ujarnya.
Ia berharap bahwa nilai-nilai dalam ibadah kurban dapat terus menginspirasi masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.
```