Samudera Indonesia Galang Dana Sukuk Rp700 Miliar Bangun Kapal Baru

Samudera Indonesia Galang Dana Sukuk Rp700 Miliar Bangun Kapal Baru
Foto: Ilustrasi Samudera Indonesia Galang Dana Sukuk Rp700 Miliar Bangun Kapal Baru.

PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) melakukan penggalangan dana sebesar Rp700 miliar melalui penawaran sukuk ijarah berkelanjutan I tahap III tahun 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai pembangunan unit kapal baru serta mendukung operasional anak perusahaan guna memperkuat armada pengiriman.

Langkah korporasi ini merupakan bagian dari program penawaran umum sukuk ijarah berkelanjutan I yang menargetkan total perolehan dana mencapai Rp2 triliun. Dilansir dari Investor Daily pada Kamis (14/5/2026), perusahaan sebelumnya telah merilis sukuk sebesar Rp550 miliar pada tahap I tahun 2023 dan Rp500 miliar pada tahap II tahun 2025.

Dalam prospektus yang diterbitkan, SMDR menetapkan cicilan imbalan ijarah sebesar Rp57,7 miliar per tahun atau setara dengan Rp2,5 juta untuk setiap kelipatan Rp1 miliar. Instrumen keuangan syariah ini memiliki jangka waktu tiga tahun dengan pembayaran imbalan yang dilakukan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi.

Manajemen menjelaskan bahwa pelunasan sisa imbalan akan dilakukan secara sekaligus saat instrumen tersebut mencapai masa jatuh tempo. Pembayaran cicilan ijarah pertama direncanakan mulai dilakukan pada 21 Agustus 2026, sementara pembayaran final dijadwalkan pada 21 Mei 2029.

ÔÇ£Pembayaran kembali sisa imbalan ijarah sukuk akan dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo,ÔÇØ terang manajemen Samudera Indonesia.

Sekitar 65,71 persen dari hasil emisi akan disalurkan sebagai pembiayaan kepada anak usaha, PT Samudera Perkapalan Indonesia (SPKLI), melalui skema bagi hasil. Dana tersebut akan digunakan oleh SPKLI untuk membiayai pengadaan dua unit kapal tanker kimia (chemical tanker).

Sisa perolehan dana sebesar Rp222,89 miliar dialokasikan secara mandiri oleh perseroan untuk membangun satu unit kapal kontainer. Anggaran tersebut sudah mencakup biaya praoperasi peluncuran kapal yang diperkirakan menelan biaya sebesar Rp15,32 miliar.

ÔÇ£Apabila dana yang dipinjamkan perseroan telah dikembalikan SPKLI, perseroan akan menggunakan dana tersebut sebagai modal kerja untuk mendukung kegiatan usaha yang difokuskan pada bisnis non-container shipping. Hal ini selaras dengan strategi SMDR untuk mempercepat pertumbuhan bisnis lainnya seperti di sektor pelabuhan dan logistik. Apabila dana hasil penawaran umum tidak mencukupi, kekurangannya akan dibiayai arus kas internal dan/atau pinjaman dari perbankan atau lembaga keuangan lainnya,ÔÇØ papar manajemen.

Proses penawaran umum sukuk ini dijadwalkan berlangsung pada 18-19 Mei 2026, dengan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 22 Mei 2026. Perseroan telah mendapatkan peringkat single A plus syariah dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) sebagai penjamin mutu investasi tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi