Samsung secara resmi menghadirkan Samsung Galaxy A57 di pasar Indonesia sebagai penerus generasi Galaxy A56 yang telah beredar selama setahun terakhir. Dilansir dari Belanjaon, ponsel terbaru ini dipasarkan dengan harga mulai dari Rp7.599.000 untuk varian memori terendah yakni 8/128GB.
Banderol harga tersebut mencatatkan kenaikan jika dibandingkan dengan peluncuran Samsung Galaxy A56 pada tahun 2025 yang saat itu dijual mulai dari Rp6.199.000. Peningkatan harga ini dibarengi dengan pembaruan pada sektor dapur pacu yang kini mengandalkan chipset Exynos 1680 berbasis fabrikasi 4nm.
Komponen tersebut didukung oleh GPU Xclipse 550 yang dirancang untuk menangani pemrosesan AI serta kebutuhan gim berat secara lebih tangguh. Pengaturan suhu pada perangkat ini juga diklaim lebih stabil berkat implementasi sistem pendinginan vapor chamber yang ukurannya 13 persen lebih luas dibandingkan pendahulunya.
Pada aspek visual, Samsung Galaxy A57 mempertahankan layar Super AMOLED 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz, namun kini tampil dengan bingkai yang lebih tipis. Tingkat kecerahan maksimal layar mengalami lonjakan dari 1.200 nits pada seri lama menjadi 1.900 nits pada model terbaru ini.
Sektor fotografi tetap menggunakan konfigurasi sensor utama 50 MP yang dilengkapi fitur OIS, didampingi lensa ultrawide 12 MP dan makro 5 MP. Meski perangkat keras kamera serupa, Galaxy A57 kini didukung teknologi AI bernama Awesome Intelligence untuk pemrosesan gambar yang lebih optimal.
Stabilitas perekaman video pada resolusi 4K juga ditingkatkan melalui sistem gyro-EIS yang lebih responsif. Dari sisi desain fisik, ponsel ini memiliki ketebalan 6,9mm, lebih ramping dibandingkan Galaxy A56 yang mencapai 7,4mm, meski keduanya tetap mengusung kapasitas baterai 5.000 mAh.
Sertifikasi ketahanan air dan debu pada Samsung Galaxy A57 kini telah ditingkatkan menjadi IP68 dari sebelumnya IP67 pada model Galaxy A56. Perangkat ini juga tetap mendukung fitur pengisian daya cepat 45W menggunakan koneksi kabel.