Arby W Manangsa, Kepala SMK di Kota Sorong, menangis saat memberikan kesaksian meringankan bagi mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook pada Selasa (21/4/2026). Kesaksian tersebut menyoroti dampak positif digitalisasi pendidikan bagi sekolah terpencil di Papua Barat Daya.
Dilansir dari Nasional, emosi Arby meluap ketika memaparkan transformasi SMP Nusantara yang dahulu dicap sebagai sekolah buangan. Perubahan signifikan mulai dirasakan pihak sekolah setelah menerima bantuan 15 unit perangkat Chromebook dan fasilitas pendukung lainnya pada Juni 2021 silam.
Momen haru terjadi saat penasihat hukum Nadiem melontarkan pertanyaan terkait efektivitas penggunaan laptop tersebut bagi tenaga pendidik. Arby sempat terdiam dan mengatur napas sebelum menceritakan latar belakang instansi pendidikan yang ia pimpin di hadapan majelis hakim.
ÔÇ£Saya sebenarnya hampir tidak sanggup menjawab pertanyaan ini. Karena kalau Bapak Ibu Hakim yang mulia googling, di Kota Sorong itu ada satu sekolah yang paling terbelakang. Dulu orang sebut sekolah itu ÔÇÿsekolah buangan,ÔÇØ ujar Arby, Saksi.
Arby menjelaskan bahwa stigma negatif sebagai tempat penampungan siswa putus sekolah dan anak nakal telah lama melekat pada sekolah tersebut. Namun, status itu berangsur hilang seiring dengan implementasi program digitalisasi pendidikan yang memungkinkan proses belajar mengajar menjadi lebih dinamis.
ÔÇ£Saya guru di situ, SMP Nusantara namanya. Semua orang men-judge itu sekolah buangan. Mengapa sekolah buangan? Tempat menampung anak-anak yang putus sekolah, anak-anak nakal dari sekolah lain,ÔÇØ kata Arby, Saksi.
Keberadaan teknologi ini diklaim memberikan peluang besar bagi para siswa untuk bersaing secara global. Arby mencatat beberapa muridnya berhasil melanjutkan studi ke luar negeri berkat kemampuan adaptasi teknologi yang mereka pelajari di sekolah melalui perangkat tersebut.
ÔÇ£Dan, hari ini sekolah itu jadi sekolah yang favorit, sekolah pilihan. Salah satu dampaknya transformasi digital,ÔÇØ cerita Arby, Saksi.
Peningkatan variasi dalam metode mengajar dianggap sebagai kunci utama perubahan paradigma pendidikan di wilayah tersebut. Arby menegaskan bahwa tanpa intervensi teknologi, sulit bagi sekolah di Sorong untuk melepaskan predikat negatif yang sudah menahun.
ÔÇ£Bahkan ada anak-anak yang sampai bisa sekolah ke luar negeri, ke Vietnam, dan berkembang luar biasa karena proses belajar mengajar yang lebih variatif dengan menggunakan teknologi di antaranya Chromebook,ÔÇØ imbuh Arby, Saksi.
Di sela isak tangisnya, Arby menyampaikan apresiasi langsung kepada Nadiem Makarim atas kebijakan yang dinilai telah mengangkat martabat sekolahnya. Ia menyatakan bahwa kini SMP Nusantara telah bertransformasi menjadi institusi yang membanggakan bagi masyarakat setempat.
ÔÇ£Saya sebenarnya ingin menyampaikan terima kasih untuk hal ini. Sekolah buangan kemudian jadi sekolah pilihan. Kalau satu waktu googling lagi lihat sekolah itu, sekolah sekarang jadi sekolah yang hebat,ÔÇØ kata Arby, Saksi.
Dalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Nadiem Makarim telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,1 triliun. Kerugian tersebut bersumber dari pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) yang dinilai bermasalah dalam proses kajian serta spesifikasinya.
Dakwaan jaksa merinci adanya dugaan penyalahgunaan wewenang guna mengarahkan spesifikasi perangkat agar menguntungkan pihak tertentu. Selain itu, Nadiem dituduh memperkaya diri sendiri senilai Rp 809,5 miliar melalui investasi perusahaan teknologi yang terafiliasi dengannya.
ÔÇ£Bahwa terdakwa Nadiem Anwar Makarim yang telah menyalahgunakan dengan mengarahkan spesifikasi laptop Chromebook menggunakan Chrome Device Management (CDM)/Chrome Education Upgrade menjadikan Google satu-satunya yang menguasai ekosistem pendidikan di Indonesia,ÔÇØ lanjut jaksa, Penuntut Umum.
Pihak kejaksaan juga memaparkan asal-usul keuntungan pribadi terdakwa yang diduga berasal dari aliran dana investasi asing. Hal ini dikaitkan dengan lonjakan nilai surat berharga milik terdakwa yang tercatat secara resmi dalam laporan kekayaan penyelenggara negara.
ÔÇ£Adapun sumber uang PT AKAB sebagian besar merupakan total investasi Google ke PT AKAB sebesar 786.999.428 dollar Amerika Serikat. Hal tersebut dapat dilihat dari kekayaan terdakwa Nadiem Anwar Makarim yang tercatat dalam LHKPN pada tahun 2022 perolehan harta jenis surat berharga sebesar Rp 5.590.317.273.184,ÔÇØ ujar jaksa, Penuntut Umum.