Sahid Tour Lepas 516 Jemaah Haji Menuju Arab Saudi

Sahid Tour Lepas 516 Jemaah Haji Menuju Arab Saudi
Foto: Ilustrasi Sahid Tour Lepas 516 Jemaah Haji Menuju Arab Saudi.

Sebanyak 516 jemaah haji reguler dari travel Sahid Tour resmi dilepas di Hotel Sahid Jakarta pada Minggu petang (17/5) untuk diberangkatkan ke Arab Saudi, dilansir dari Media Indonesia.

Presiden Direktur sekaligus CEO Sahid Tour Hariyadi Sukamdani mengonfirmasi kelancaran persiapan dan manasik panjang bagi seluruh calon jemaah sebelum jadwal keberangkatan pada Senin (18/5).

"Alhamdulillah, bapak dan ibu semua, kendati kita sempat khawatir karena masalah geopolitik di Timur Tengah. Akhirnya kita tetap bisa berangkat ke tanah suci, semoga semua berjalan baik, sehat, aman dan kita semua meraih haji yang mabrur," kata Hariyadi Sukamdani, Presdir dan CEO Sahid Tour.

Hariyadi menjelaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun ini menerapkan aturan ketat dari otoritas setempat, terutama kepemilikan dokumen wajib identitas diri.

"Semua aturan yang ketat ini karena niat baik Pemerintah Arab Saudi guna menjaga ketertiban dan kebaikan kita semua selama beribadah di tanah suci," tegas Hariyadi Sukamdani, Presdir dan CEO Sahid Tour.

Manajemen juga memastikan kesiapan seluruh petugas lapangan demi memberikan pelayanan maksimal kepada para peserta selama di tanah suci.

"Kita memohon semua kerjasama yang baik serta kesabaran para bapak dan ibu," cetus Hariyadi Sukamdani, Presdir dan CEO Sahid Tour.

Dalam kesempatan pelepasan tersebut, pihak Amirul Haj Sahid Tour KH Hamim Tohari menyalurkan bantuan sosial Sahid Tour Berbagi senilai total Rp90 juta kepada dua masjid di Solo dan Pinrang serta satu pondok pesantren di Serang, Banten.

Direktur Sahid Tour Hari Prakoso mengingatkan para jemaah agar mengutamakan keselamatan diri dan ketertiban umum dengan tidak memaksakan diri mendekati area tertentu saat tawaf.

"Jangan sampai kita memaksa mencium Hajar Aswad lalu kita menyakiti atau menzalimi orang lain," ungkap Hari Prakoso, Direktur Sahid Tour.

Hari menambahkan imbauan agar jemaah bijak menggunakan ponsel pintar, menghindari aktivitas swafoto demi pujian, serta menjaga pola makan yang tidak berlebihan.

Sementara itu, CEO Nozoly Indonesia Muharom Ahmad selaku syarikah distributor menegaskan krusialnya fungsi dokumen digital yang mengintegrasikan seluruh data jemaah haji asal Indonesia dan Malaysia.

"Kartu Nusuk diaktivasi menyimpan semua data calhaj sebagai jaminan selama musim haji. Jadi jangan sampai tertinggal," ungkap Muharom Ahmad, CEO Nozoly Indonesia.

Muharom memaparkan akses masuk ke wilayah Makkah, Masjidil Haram untuk umrah, Raudah di Masjid Nabawi, hingga pelaksanaan wukuf di Arafah sepenuhnya bergantung pada kepemilikan kartu tersebut.

"Hanya yang punya nusuk yang bisa masuk ke Makkah. Serta puncak dan rukun haji wukuf ke Arafah juga harus dengan Nusuk," tandas Muharom Ahmad, CEO Nozoly Indonesia.

Sebagai langkah antisipasi kehilangan dokumen fisik, jemaah disarankan menyimpan salinan foto kartu di dalam telepon genggam masing-masing karena pengurusan dokumen pengganti lewat Kementerian Haji Arab Saudi membutuhkan waktu lama.

"Namun jika mendekati rukun haji ibadah Wukuf di Arafah kartu nusuk hilang akan sulit prosesnya di Kemenhaj Saudi. Jadi mohon jaga baik-baik kartu Nusuk bapak ibu," pungkas Muharom Ahmad, CEO Nozoly Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi