Saham TPIA Sempat Ambles 12 Persen Sebelum Berbalik Diserok Investor

Saham TPIA Sempat Ambles 12 Persen Sebelum Berbalik Diserok Investor
Foto: Ilustrasi Saham TPIA Sempat Ambles 12 Persen Sebelum Berbalik Diserok Investor.

Saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), sempat mengalami kejatuhan hingga lebih dari 12 persen pada awal sesi I perdagangan Jumat (22/5/2026).

Seperti dilansir dari Investor Daily, pergerakan saham TPIA kemudian mulai menunjukkan kebangkitan setelah sekitar 20 menit sesi pertama berjalan.

Pada sekitar pukul 09.39 WIB, koreksi saham TPIA menyusut hingga tinggal minus 4,85 persen ke level Rp 2.160.

Aktivitas perdagangan mencatat sebanyak 127,02 juta saham TPIA telah ditransaksikan dengan frekuensi 10.817 kali, serta nilai transaksi mencapai Rp 269 miliar.

Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas saat informasi tersebut disusun, saham TPIA secara diam-diam diakumulasi oleh investor dengan membukukan net buy sebesar Rp 91,6 miliar, menjadi yang tertinggi di antara saham-saham lainnya.

Kondisi ini terjadi setelah saham TPIA terus berada di zona merah sepanjang pekan ini, dengan penurunan sekitar 50 persen hanya dalam kurun waktu sepekan.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi menilai bahwa koreksi tajam pada saham emiten Grup Prajogo Pangestu ini dipengaruhi oleh faktor technical selling dan passive outflow pasca pengumuman rebalancing indeks MSCI.

"Tekanan jangka pendek masih mungkin berlanjut sampai proses rebalancing selesai. Tapi untuk jangka lebih panjang, arahnya akan ditentukan fundamental, likuiditas, dan kemampuan emiten jaga pertumbuhan bisnis," kata Muhammad Wafi.

Muhammad Wafi memprediksi bahwa grup emiten tersebut akan menerapkan berbagai langkah strategis untuk memulihkan kepercayaan pasar terhadap saham-saham mereka.

"Saya rasa, langkah yang kemungkinan dilakukan Grup Prajogo adalah memperkuat story fundamental dan meningkatkan market confidence. Misalnya lewat ekspansi bisnis, menjaga pertumbuhan laba, memperbesar free float/liquidity, hingga memperkuat komunikasi ke investor institusi global," ujar Muhammad Wafi.

Di sisi lain, Muhammad Wafi mengakui bahwa figur Prajogo Pangestu tetap memiliki pengaruh kuat sebagai penggerak pasar dan pemicu sentimen positif, terutama karena rekam jejaknya dalam membangun bisnis di sektor energi, petrokimia, serta energi baru terbarukan (EBT).

Artikel terkait

Rekomendasi