Saham Medco Energi Melonjak Berkat Kinerja Sektor Bisnis dan Efek Amman Mineral

Saham Medco Energi Melonjak Berkat Kinerja Sektor Bisnis dan Efek Amman Mineral
Foto: Ilustrasi Saham Medco Energi Melonjak Berkat Kinerja Sektor Bisnis dan Efek Amman Mineral.

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) tengah menikmati periode pertumbuhan signifikan yang didukung oleh penguatan di seluruh lini bisnisnya. Berdasarkan laporan yang dikutip dari Investortrust, emiten migas ini juga mendapatkan keuntungan besar dari lonjakan nilai pasar sahamnya di PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Kondisi ini memicu kenaikan harga saham MEDC secara tajam dalam beberapa waktu terakhir. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan saham MEDC melesat dari level Rp 1.055 menjadi Rp 1.545, atau mencatatkan pertumbuhan sebesar 46,44% hanya dalam waktu satu bulan.

Analis Samuel Sekuritas, Muhammad Farras Farhan dan Laurencia Hiemas, menjelaskan bahwa lonjakan harga ini dipicu oleh berbagai sentimen positif. Salah satunya adalah keberhasilan anak usaha, Power Global, dalam konsorsium bersama PacificLight Renewables Pte Ltd dan Gallant Venture Ltd meraih izin memasok 600 MW listrik ramah lingkungan ke Singapura.

"Proyek ini memiliki total kapasitas 1.500 MW dan ada rencana untuk meningkatkan kapasitasnya hingga 1,5 kali lipat dengan target operasional pada 2028," tulis riset tersebut pada Rabu (13/9/2023).

Selain proyek listrik hijau, Farras menyebutkan bahwa penguatan harga saham juga didorong rencana penyelesaian penjualan 31,88% working interest di Blok 12W (ChimSao), Vietnam. Langkah strategis lainnya adalah akuisisi 20% non-operating participating interest pada aset produksi di Timur Tengah yang ditargetkan tuntas akhir 2023.

Samuel Sekuritas memprediksi rata-rata harga jual minyak akan lebih tinggi dari perkiraan awal tahun ini. Hal ini didorong oleh pengurangan pasokan dari OPEC+ serta menurunnya cadangan minyak Amerika Serikat (AS), yang membuat asumsi harga minyak direvisi naik menjadi US$ 85 per barel.

"Dengan harga minyak global yang naik kembali ke level US$ 91 per barel, kami optimis terhadap prospek bisnis migas dan ketenagalistrikan Medco," terang pihak Samuel Sekuritas.

Kenaikan harga minyak ini berimbas pada revisi naik target laba bersih perseroan tahun ini, dari semula US$ 314 juta menjadi US$ 348 juta. Sementara itu, proyeksi pendapatan tahun 2023 juga meningkat dari US$ 2,04 miliar menjadi US$ 2,11 miliar.

Investasi Strategis di Amman Mineral

Faktor lain yang memperkuat posisi MEDC adalah kepemilikan 21,09% saham di PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Sejak melantai di bursa hingga 12 September 2023, harga saham AMMN telah meroket 230,48% menuju level Rp 5.800.

Medco diperkirakan hanya mengeluarkan dana sekitar US$ 511 juta saat mengakuisisi saham tersebut. Namun, nilai investasi tersebut kini telah berkembang pesat menjadi sekitar US$ 4,6 miliar, yang diprediksi akan mendongkrak total laba bersih perseroan tahun ini hingga mencapai US$ 4,9 miliar.

Samuel Sekuritas kini menaikkan target harga saham MEDC menjadi Rp 2.200 dengan rekomendasi beli. Target baru ini merefleksikan potensi penguatan harga sebesar 42,39% dibandingkan harga penutupan sebelumnya di level Rp 1.545.

Fokus Pengembangan Tiga Lini Bisnis Utama

Direktur Utama MedcoEnergi, Hilmi Panigoro, memberikan penegasan mengenai arah pengembangan perusahaan ke depan. Fokus utama perseroan terletak pada sektor minyak dan gas, ketenagalistrikan berkelanjutan, serta pertambangan tembaga dan emas.

"Pengembangan MEDC ke depan adalah fokus pada tiga lini bisnis utama, yaitu minyak dan gas (migas), ketenagalistrikan yang berkelanjutan, serta pertambangan tembaga dan emas," ujar Hilmi Panigoro.

Di sektor ketenagalistrikan, Medco menargetkan porsi energi terbarukan mencapai 26% pada 2025 melalui berbagai proyek panas bumi dan tenaga surya di Jawa Timur dan Bali. CEO MEDC Roberto Lorato juga mencatat bahwa kenaikan permintaan energi regional turut menopang pendapatan perseroan, diiringi dengan efisiensi biaya unit migas yang ideal.

Artikel terkait

Rekomendasi