Sebagian besar saham emiten batu bara mengalami penurunan tajam akibat terseret sentimen regulasi tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam strategis. Namun, dilansir dari Investor Daily, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) justru mampu bertahan dan bergerak di zona positif.
Kinerja moncer ini didukung oleh nilai valuasi saham ITMG yang dinilai masih murah serta memiliki tingkat pengembalian ekuitas yang tergolong baik. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas pada Rabu (20/5/2026), rasio PE trailing twelve months saham berkapitalisasi pasar menengah ini berada di angka 8,8 kali.
Pada sesi penutupan perdagangan Rabu (20/5/2026), saham ITMG mencatatkan kenaikan sebesar 1,29 persen ke posisi Rp 23.525. Walaupun sempat terkoreksi 1,7 persen dalam sepekan terakhir dan terpangkas 11,4 persen dalam sebulan, saham ITMG secara year to date masih membukukan pertumbuhan sebesar 7,5 persen.
Dari sisi kinerja keuangan, ITMG meraup laba bersih sebesar US$ 55 juta pada kuartal I-2026. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 16 persen jika dibandingkan dengan perolehan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai US$ 66,4 juta.
Penyusutan laba bersih ITMG secara kuartalan utamanya dipicu oleh penurunan pendapatan serta margin laba kotor. Pendapatan perseroan menyusut 3 persen secara kuartalan akibat volume penjualan yang merosot 7 persen akibat faktor musiman berupa tingginya curah hujan.
Di sisi lain, harga jual rata-rata mengalami kenaikan sebesar 5 persen secara kuartalan. Hal ini didorong oleh peningkatan kontribusi pendapatan dari pasar ekspor yang kini mencapai 85 persen dari total pendapatan perusahaan.
Prospek Target Harga Saham
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset sebelumnya mengungkapkan bahwa tren kenaikan harga batu bara akan tetap menjadi motor penggerak utama bagi kinerja ITMG ke depan. Volume penjualan ITMG tahun ini diasumsikan sebesar 19,1 Mt atau turun 10 persen secara tahunan.
Target tersebut dianggap realistis karena sejalan dengan rencana manajemen ITMG untuk mempertahankan tingkat produksi pada semester I-2026. Didorong prospek harga batu bara yang kuat, proyeksi laba ITMG untuk periode 2026-2027 dinaikkan sebesar 68-88 persen.
Kondisi ini membuat BRI Danareksa Sekuritas mengerek target harga saham ITMG menjadi Rp 34.000 dari proyeksi sebelumnya sebesar Rp 27.300. Rekomendasi yang diberikan untuk saham ini adalah beli.