Investor ritel sedang ramai menyoroti emiten logistik laut yang membukukan kinerja positif. Dilansir dari Stocksetup, saham PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk mencatatkan penguatan signifikan sebesar 60 poin atau melesat 4,65 persen ke posisi Rp1.350 per saham pada perdagangan sesi I hari Senin (27/4).
Perusahaan dengan kode emiten IPCC ini bergerak di sektor infrastruktur logistik, khususnya pada pengelolaan terminal kendaraan. Sebagai bagian dari ekosistem Pelindo Group melalui subholding PT Pelindo Multi Terminal, IPCC memegang peran strategis dalam rantai distribusi otomotif nasional.
IPCC mengoperasikan terminal kendaraan yang melayani aktivitas bongkar muat mobil, bus, truk, hingga alat berat untuk pasar domestik maupun internasional. Saat ini, operasional ditopang oleh terminal utama di Tanjung Priok serta beberapa terminal satelit.
Kegiatan usaha dari IPCC berfokus pada penyediaan solusi logistik kendaraan terintegrasi. Layanan tersebut mencakup terminal kendaraan untuk bongkar muat kendaraan jadi (CBU) dan alat berat di pelabuhan.
Selain itu, perusahaan melayani jasa stevedoring, cargo handling, serta penyediaan area pergudangan dan penumpukan kendaraan. IPCC juga menyediakan transportasi darat untuk distribusi ke tujuan akhir dengan dukungan sistem digital.
Struktur Manajemen dan Kepemilikan
Operasional dan strategi bisnis perusahaan dikelola oleh jajaran direksi dan diawasi oleh dewan komisaris. Mayoritas saham pengendali dipegang oleh PT Pelindo Multi Terminal, sedangkan sisanya dimiliki oleh publik.
Berikut adalah susunan lengkap jajaran direksi dan dewan komisaris IPCC saat ini.
| Nama | Posisi | Afiliasi / Independen |
|---|---|---|
| Sugeng Mulyadi | Direktur Utama | Ya |
| Bagus Dwipoyono | Direktur | Ya |
| Wing Megantoro | Direktur | Ya |
| M. Said Bakhri | Komisaris Utama | Ya |
| Herry Ardianto | Komisaris | Ya |
| Tri Hidayat | Komisaris | Ya |
Capaian Kinerja Keuangan Kuartal I 2026
Berdasarkan laporan di laman Bursa Efek Indonesia, IPCC membukukan pertumbuhan laba bersih secara tahunan pada kuartal pertama tahun 2026. Laba bersih perusahaan terkerek naik sekitar 3,1 persen menjadi Rp 52,8 giga, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 51,2 miliar.
Pendapatan IPCC pada periode ini tercatat sebesar Rp 202,2 miliar, atau mengalami sedikit penurunan tipis sebesar 0,5 persen. Dari hasil tersebut, perolehan laba per saham atau earning per share berada di level Rp 29,04 per saham.
IPCC juga mengantongi EBITDA sebesar Rp 89,9 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini. Melalui pencapaian tersebut, perusahaan mempertahankan net profit margin di angka 26,1 persen serta EBITDA margin sebesar 44,5 persen.