Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terpantau mengalami tekanan hebat dalam sesi perdagangan pada Senin, 4 Mei 2026. Penurunan ini diiringi dengan aksi jual bersih oleh investor asing yang mencapai angka cukup besar.
Dilansir dari Detik Finance, saham GOTO menutup perdagangan dengan koreksi sebesar 5,56 persen, yang membuat posisinya berada di level Rp 51 per lembar saham. Sepanjang hari, pergerakan harga hanya bergerak tipis di rentang Rp 50 hingga Rp 51.
Aktivitas transaksi saham emiten teknologi ini mencapai volume 26,43 miliar dengan nilai transaksi menyentuh Rp 1,33 triliun. Data RTI Business menunjukkan frekuensi perdagangan saham tersebut tercatat sebanyak 90.191 kali.
GOTO menjadi salah satu aset yang paling banyak dilepas asing dengan nilai net foreign sell mencapai Rp 172,79 miliar pada Senin ini. Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, nilai aksi jual bersih asing pada saham ini sudah menembus Rp 1,65 triliun.
Kinerja saham perusahaan tersebut tercatat melemah 20,31 persen sejak awal tahun 2026. Sentimen negatif muncul setelah Presiden Prabowo Subianto mendesak aplikator ojek online (ojol) untuk menurunkan biaya potongan dari setiap perjalanan penumpang.
Presiden menyampaikan permintaan tersebut dalam pidato perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day. Ia menyatakan ketidaksetujuannya terhadap besaran potongan yang saat ini diberlakukan oleh perusahaan aplikator kepada para mitra pengemudi.
Prabowo Subianto meminta agar potongan tersebut dikurangi hingga di bawah angka 10 persen. Menurutnya, pembagian keuntungan saat ini tidak adil bagi para pengemudi ojol yang bekerja keras di lapangan dan menghadapi risiko tinggi.
"Ojol kerja keras, mempertaruhkan jiwanya setiap hari. Ojol aplikator perusahaan minta disetor 20%. Gimana ojol setuju 20%? Bagaimana 15%? Berapa?? 10%, kalian minta 10%? Saya katakan di sini saya tidak setuju 10%," tegas Prabowo di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).