Pergerakan saham PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan dalam sepekan terakhir hingga menarik perhatian para investor ritel.
Dikutip dari Stocksetup, saham emiten berkode ENZO ini tercatat berada di level Rp117 per saham pada sesi pertama perdagangan Rabu (6/5).
Angka tersebut merepresentasikan kenaikan sebesar Rp42 atau melonjak hingga 56,00% dibandingkan dengan posisi perdagangan sebelumnya.
Kenaikan tajam ini mengindikasikan tingginya minat pasar terhadap saham berkapitalisasi kecil (small cap), sekaligus menempatkan ENZO sebagai salah satu top gainers.
PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk merupakan emiten yang bergerak di sektor perdagangan dan distribusi, khususnya produk perikanan dan makanan beku (frozen food).
Perusahaan ini beroperasi sebagai distributor beragam produk seafood untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Karena masuk dalam kategori saham dengan kapitalisasi relatif kecil di Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan harga saham ENZO cenderung memiliki fluktuasi yang tinggi.
Aktivitas bisnis utama perseroan mencakup perdagangan besar hasil perikanan seperti ikan beku, udang, dan produk olahan laut lainnya.
Selain itu, perusahaan mendistribusikan makanan beku ke pasar ritel, grosir, hingga jaringan hotel, restoran, dan katering (HORECA).
Operasional distribusi tersebut didukung oleh sistem rantai pasok dan logistik produk dingin yang menggunakan penyimpanan berpendingin (cold storage).
Model bisnis yang dijalankan membuat ENZO sangat bergantung pada stabilitas pasokan ikan, harga komoditas laut, serta tingkat daya beli masyarakat.
Susunan Manajemen Perseroan
Struktur kepemimpinan pada jajaran direksi PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk saat ini diisi oleh para profesional yang terafiliasi dengan perseroan.
| Nama | Posisi | Terafiliasi |
|---|---|---|
| Markus Silitonga | Direktur Utama | Ya |
| Meriam Lina Sitorus | Direktur | Ya |
Catatan Kinerja Keuangan Kuartal I 2026
Kinerja keuangan perseroan menunjukkan perbaikan yang signifikan secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal I 2026 (3M26).
Perseroan berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp965,1 juta, berbalik positif dari posisi rugi Rp4,3 miliar pada kuartal I 2025 (3M25).
Dari sektor operasional, pendapatan ENZO tumbuh 10,9% YoY menjadi Rp92,8 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp83,7 billion.
Pertumbuhan pendapatan ini ikut mengerek laba kotor perusahaan sebesar 24,5% YoY, dari Rp9,4 miliar naik menjadi Rp11,7 miliar.
Indikator profitabilitas juga menguat tajam dengan EBITDA yang melonjak 190,5% YoY dari Rp2,1 miliar menjadi Rp6,1 miliar.
Kenaikan EBITDA tersebut mencerminkan adanya peningkatan efisiensi yang berjalan dalam operasional perusahaan.
Melalui pembalikan performa dari rugi menjadi laba ini, ENZO mengamankan laba bersih per saham senilai Rp0,44 per lembar pada 3M26.
Secara menyeluruh, capaian pada 3M26 memperlihatkan fase pemulihan yang cukup solid bagi perseroan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.