Saham Emiten Boy Thohir Sokong Kenaikan IHSG

Saham Emiten Boy Thohir Sokong Kenaikan IHSG
Foto: Ilustrasi Saham Emiten Boy Thohir Sokong Kenaikan IHSG.

Portofolio bisnis milik miliarder Garibaldi "Boy" Thohir sukses mengubah peta kekuatan papan atas di Bursa Efek Indonesia (BEI). Seperti dilansir dari Investortrust, gurita bisnis Thohir yang mencakup sektor batu bara, emas, hingga pembiayaan mengalami lonjakan signifikan.

Kondisi ini terjadi di saat kelompok industri besar lainnya justru menghadapi tekanan aksi jual yang masif. Berdasarkan data pergerakan saham, empat entitas utama di bawah naungan Thohir kini berhasil menembus jajaran 10 besar pemimpin pasar domestik.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menjadi motor utama dengan mencatatkan lonjakan harga saham sebesar 64,54% sejak awal tahun. Tren positif ini diikuti oleh PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) yang menguat 58.67% pada periode yang sama.

Laju penguatan harga saham ini tidak hanya berdampak pada portofolio internal, melainkan turut menjadi penopang utama bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) tercatat sebagai kontributor terbesar terhadap pertumbuhan indeks.

Saham emiten pertambangan emas tersebut melesat 60,81% sekaligus menyumbang tambahan 36,18 poin bagi IHSG. Keberhasilan ini memperkokoh posisi strategis grup bisnis Thohir di pasar modal sepanjang periode berjalan.

Emiten kelas berat lain seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) masing-masing mengalami kenaikan sebesar 38,63% dan 38,46%. Kedua perusahaan ini secara akumulatif menyumbang lebih dari 38 poin terhadap pergerakan IHSG.

Divergensi Kinerja Antar Konglomerasi

Pertumbuhan masif grup Thohir ini memicu pergeseran alokasi modal di dalam negeri. Para manajer dana global kini mulai mengalihkan fokus investasi mereka menuju perusahaan dengan efisiensi operasional tinggi serta memiliki eksposur kuat pada proyek transisi energi.

Fenomena ini berbanding terbalik dengan kondisi konglomerasi pesaing. Nilai kapitalisasi pasar dari grup bisnis yang dipimpin oleh Prajogo Pangestu maupun Sinarmas Group justru dilaporkan mengalami koreksi yang cukup dalam.

Meski demikian, performa positif tidak terjadi di seluruh lini bisnis afiliasi Thohir. Saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) memang melaju dengan keuntungan 41,46%, namun saham PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) justru terkoreksi 11,63% dan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) melemah 8,02%.

Artikel terkait

Rekomendasi