Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak aksi beli bersih atau net buy oleh investor asing senilai Rp 107,16 miliar pada perdagangan Senin (18/5/2026).
Dilansir dari Investor Daily, pergerakan positif ini mengakhiri tren aksi jual bersih atau net sell asing yang terjadi secara berturut-turut sejak 21 April 2026 hingga 13 Mei 2026.
Penguatan ini juga mendorong harga saham emiten bank swasta terbesar di Indonesia tersebut ditutup melonjak 0,41 persen ke level Rp 6.125 per lembar saham pada hari yang sama.
Aktivitas perdagangan mencatat sebanyak 208,75 juta saham BBCA ditransaksikan dengan frekuensi mencapai 48.167 kali, serta nilai transaksi keseluruhan menyentuh angka Rp 1,25 triliun.
Pembalikan arah grafik saham BBCA ini terjadi setelah harga sahamnya terus mengalami penurunan atau memerah sejak 8 Mei hingga 13 Mei 2026.
Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi trading buy untuk perdagangan hari Selasa (19/5/2026) karena melihat adanya tendensi konsolidasi pada saham bank swasta tersebut.
Titik masuk yang dinilai tepat untuk saham BBCA berada pada kisaran 6.050 dengan target harga di angka 6.500 yang mencerminkan potensi kenaikan hingga 7,43 persen.
Aksi ambil untung atau sell on strength disarankan pada level 6.650, sementara langkah pembatasan risiko atau stoploss dapat dilakukan apabila harga saham jatuh ke bawah level 5.800.