Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, memberikan tanggapan terkait pertemuan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Syamsoeddin dengan pihak Pentagon di Amerika Serikat yang berlangsung pada Senin (13/4/2026). Agenda tersebut berbarengan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa.
Sikap diplomatis ditunjukkan oleh pihak Rusia dalam menyikapi langkah bilateral Indonesia dengan negara-negara Barat tersebut sebagaimana dilansir dari Nasional. Dubes Sergei Tolchenov menekankan bahwa pihaknya sangat menghargai prinsip politik luar negeri bebas aktif yang secara konsisten dijalankan oleh pemerintah Indonesia.
Tolchenov juga menyoroti filosofi diplomatik yang dipegang teguh oleh Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya menjaga relasi luas dengan berbagai pihak. Prinsip tersebut menekankan bahwa menjalin seribu kawan masih terlalu sedikit dibandingkan dengan risiko memiliki satu musuh saja.
"Anda tahu, saya tidak pernah memaksakan bahwa Rusia harus menjadi teman terbesar Indonesia," kata Sergei Tolchenov, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, saat ditemui di Jakarta pada Kamis (16/4/2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan posisi Rusia yang menempatkan diri sebagai salah satu mitra dalam spektrum perkawanan internasional Indonesia yang luas. Menurutnya, keberadaan Rusia adalah bagian dari visi kerja sama global yang sedang dibangun oleh Jakarta.
"Kami harus menjadi salah satu teman, dan apa yang disebutkan Pak Prabowo sebagai "seribu kawan", kami ada di sini dalam seribu kawan itu," ucap Sergei Tolchenov lagi.
Pihak Rusia menegaskan tidak menaruh keberatan atau rasa cemburu terhadap upaya Indonesia dalam mempererat hubungan dengan negara mana pun di dunia. Hal ini termasuk aktivitas pertahanan yang dilakukan Menhan RI di Amerika Serikat meskipun bertepatan dengan agenda kepresidenan di Rusia.
"Jadi tidak masalah sama sekali," ucap Sergei Tolchenov.
Kendati demikian, Tolchenov memberikan catatan mengenai dinamika tekanan internasional yang mungkin dihadapi Indonesia dari pihak-pihak tertentu. Ia menyebutkan adanya kemungkinan peringatan dari negara-negara Barat agar Indonesia membatasi hubungan komunikasinya dengan Moskow.
Dalam kesempatan tersebut, Sergei Tolchenov menekankan pentingnya kedaulatan Indonesia sebagai negara mandiri. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki hak penuh untuk menentukan arah kebijakan luar negerinya tanpa intervensi pihak luar.
"Jadi ini bukan masalah Presiden (Prabowo) ada di Rusia, Menteri Pertahanan ada di Amerika. tidak masalah sama sekali, menurut saya itu normal," ucap Sergei Tolchenov.