PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) melakukan perombakan besar-besaran pada susunan direksi serta menunjuk presiden komisaris baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Senin (30/3/2026).
Perubahan kepemimpinan ini menargetkan penguatan koordinasi strategis dengan induk usaha, seperti dilansir dari Investortrust. Manajemen baru tersebut kini bertugas mengawal ekspansi bisnis jangka panjang perseroan di pasar pembiayaan nasional.
Dalam keputusan rapat, posisi Presiden Direktur WOM Finance yang sebelumnya dipegang oleh Djaja Suryanto Sutandar resmi diganti, menyisakan Cincin Lisa Hadi sebagai satu-satunya direktur petahana yang bertahan.
"Di tengah kondisi ekonomi dan persaingan bisnis yang cukup menantang, perseroan berhasil membukukan kinerja yang solid dan secara konsisten membagikan dividen kepada seluruh pemegang saham," ujarnya Djaja Suryanto Sutandar, Presiden Direktur WOM Finance.
Selain kursi kepemimpinan utama, penyegaran juga menerpa posisi wakil presiden direktur yang sebelumnya diisi Njauw Vido Onadi, serta dua jabatan direktur lain yang dilepas oleh Anthony Yuarez Panggabean dan Wibowo.
Dari sisi finansial, pertumbuhan positif tetap dibukukan oleh perseroan sepanjang tahun buku sebelumnya melalui realisasi penyaluran modal baru senilai Rp5,94 triliun.
"Perseroan menilai pencapaian tersebut menunjukkan pengelolaan risiko yang prudent serta penerapan prinsip kehati-hatian yang konsisten di tengah dinamika dan persaingan ketat di industri," kata Cincin Lisa Hadi, Direktur WOM Finance.
Aset perusahaan tercatat naik 6,08% menjadi Rp7,37 triliun dengan modal bersih sebesar Rp1,98 triliun, sementara laba bersih mencapai Rp142,55 miliar yang diimbangi rasio pembiayaan bermasalah (NPF) nett di angka 2,17%.
Pada struktur pengawasan, pemegang saham mengangkat Steffano Ridwan sebagai Presiden Komisaris baru untuk menggantikan Sarastri Baskoro yang kini digeser menjadi Komisaris Independen.
"Memang kebetulan Pak Djaja selaku direktur utama dari WOM ini, masa untuk ininya (jabatannya) sudah selesai, dan juga ada beberapa direktur yang memang sudah selesai juga. Jadi makanya ada pergantian juga untuk beberapa board of directors," ucap Steffano Ridwan, Presiden Komisaris WOM Finance.
Steffano Ridwan menjelaskan bahwa penunjukan dirinya merupakan amanat langsung dari Maybank Indonesia selaku pemegang saham pengendali di dalam struktur korporasi.
"Tujuannya semuanya tentu baik, karena kita ingin membuat WOM ini menjadi lebih baik lagi ke depan. Dan apa yang sudah dibangun oleh Pak Djaja dan teman-teman semua harus ditingkatkan dan dikembangkan lagi sesuai dengan Roar 30 Maybank Indonesia," katanya Steffano Ridwan, Presiden Komisaris WOM Finance.
Program Roar 30 sendiri dirancang sebagai peta jalan strategis lima tahunan milik Maybank Indonesia yang berjalan hingga tahun 2030 mendatang.
"Tentu dengan perubahan ini, dengan masuknya saya juga ke sini, sinergi dengan Maybank Indonesia untuk membuat Roar 30 itu untuk WOM menjadi salah satu perusahaan pembiayaan terkemuka Indonesia, tentunya bisa menjadi dengan lebih achievable atau lebih mudah untuk dicapai," ucap Steffano Ridwan, Presiden Komisaris WOM Finance.
Bersamaan dengan itu, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) juga mengesahkan penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan terhadap Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2025 serta rencana pengalihan hak atas piutang perusahaan.