Rupiah Melemah ke Rp17.925 per Dolar AS, Cek Kurs Terbaru di Bank Hari Ini 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.925 per Dolar AS, Cek Kurs Terbaru di Bank Hari Ini 2026
Foto: Rupiah Melemah ke Rp17.925 per Dolar AS, Cek Kurs Terbaru di Bank Hari Ini 2026. (Illustration by Pexels)

Nilai tukar rupiah terpantau terus mengalami tekanan hebat dan bergerak merosot terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. Hingga tengah hari, mata uang Garuda tercatat semakin terpuruk dan mulai mendekati level psikologis baru yang cukup mengkhawatirkan.

Berdasarkan data dari Refinitiv pukul 12.00 WIB, posisi dolar AS telah menyentuh angka Rp17.925. Kondisi ini menunjukkan tren negatif yang terus berlanjut sejak pasar dibuka pada pagi hari tadi.

Rekor Terendah Sepanjang Sejarah

Pelemahan yang terjadi pada tengah hari ini menandai titik terendah baru atau all time low bagi nilai tukar rupiah terhadap greenback. Sebelumnya pada pukul 09.26 WIB, rupiah sempat tertahan di level Rp17.900/US$ dengan persentase koreksi sebesar 0,39%.

Depresiasi mata uang lokal ini semakin menjauh dari posisi pembukaan perdagangan yang berada di level Rp17.870/US$. Saat pembukaan pasar, rupiah sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda pelemahan meski hanya terkoreksi sebesar 0,22%.

Rincian pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS hari ini:

  • Pembukaan Pasar: Rupiah berada di level Rp17.870 per dolar AS.
  • Pukul 09.26 WIB: Melemah ke posisi Rp17.900 per dolar AS.
  • Pukul 12.00 WIB: Semakin terpuruk ke angka Rp17.925 per dolar AS.

Data di atas memperlihatkan akselerasi pelemahan rupiah yang cukup signifikan dalam kurun waktu hanya beberapa jam perdagangan saja. Hal ini memicu kewaspadaan pasar mengingat angka Rp18.000 kini sudah berada di depan mata.

Respons Analis dan Kondisi Pasar

Situasi anjloknya nilai tukar ini dinilai cukup mengejutkan oleh beberapa pihak, termasuk Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut angka saat ini sudah tidak masuk akal. Pemerintah dan Bank Indonesia diperkirakan akan mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas mata uang dari tekanan eksternal maupun internal.

Meskipun kondisi ini memberikan tekanan berat bagi sektor impor, di sisi lain para pengusaha komoditas ekspor seperti CPO dan batu bara berpotensi mendapatkan keuntungan lebih. Hingga saat ini, pelaku pasar masih terus memantau intervensi yang mungkin dilakukan oleh otoritas moneter demi menahan kejatuhan rupiah yang lebih dalam.

Artikel terkait

Rekomendasi