Rupiah Melemah ke Level Rp17.249 Akibat Eskalasi Perang AS-Iran

Rupiah Melemah ke Level Rp17.249 Akibat Eskalasi Perang AS-Iran
Foto: Ilustrasi Rupiah Melemah ke Level Rp17.249 Akibat Eskalasi Perang AS-Iran.

Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan sebesar 0,22 persen atau 38 poin ke level Rp17.249 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (28/4/2026). Pergerakan fluktuatif ini dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran serta revisi prospek peringkat utang Indonesia oleh lembaga Moody's.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan posisi pembukaan pagi hari pukul 09.05 WIB, di mana rupiah sempat terdepresiasi 23 poin ke level Rp17.234. Pelemahan berlanjut hingga tengah hari pukul 12.16 WIB dengan koreksi sebesar 34,5 poin ke posisi Rp17.245 seiring penguatan indeks dolar AS ke level 98,53 sebagaimana dilansir dari Market.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa dinamika pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan di Selat Hormuz. Para pelaku pasar sedang mencermati potensi pasokan energi global di tengah upaya pembicaraan damai yang mungkin dilakukan kembali oleh kedua negara tersebut.

"Iran dilaporkan telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang. Dalam usulan tersebut, Teheran menawarkan untuk menunda negosiasi nuklir demi fokus pada penyelesaian konflik," kata Ibrahim, Senin (27/4/2026).

Situasi keamanan di kawasan tersebut sempat memicu kekhawatiran pelaku pasar global setelah munculnya rekaman militer. Ibrahim memaparkan bahwa kekhawatiran akan peningkatan eskalasi militer sempat memuncak sesaat setelah pihak Iran merilis video pasukan komando yang menguasai kapal kargo.

Dari sisi domestik, sentimen negatif datang dari lembaga pemeringkat kredit Moody's yang meskipun mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level Baa2, namun mengubah proyeksinya. Outlook rating Indonesia yang sebelumnya dinilai stabil kini direvisi menjadi negatif oleh lembaga tersebut.

Pemerintah dikabarkan telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap perubahan persepsi risiko investasi tersebut. Ibrahim menuturkan bahwa otoritas terkait merespons langkah Moody's dengan janji untuk mengakselerasi transformasi ekonomi serta mengoptimalkan berbagai sektor pendorong pertumbuhan nasional.

Berdasarkan data RTI Infokom, sehari sebelumnya rupiah sempat menguat tipis 0,10 persen ke posisi Rp17.211 per dolar AS. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama setelah indeks dolar kembali bertenaga dan menutup perdagangan hari ini di posisi 98,65 atau naik 0,26 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi