Kondisi ruangan yang sangat tidak terurus kini diidentifikasi sebagai fenomena "ruang depresi" yang mencerminkan perjuangan psikologis seseorang melawan gangguan mental pada Rabu (22/4/2026). Fenomena ini melampaui masalah kebersihan karena menjadi manifestasi fisik dari rasa kewalahan dan keletihan energi yang dialami pemiliknya.
Kekacauan di dalam ruangan sering kali membuat tugas sederhana seperti merapikan tempat tidur terasa mustahil dilakukan. Hal ini dilansir dari Lifestyle melalui penjelasan para ahli kesehatan mental mengenai kaitan antara lingkungan fisik dengan kondisi emosional individu.
ÔÇ£Ruangan tersebut bisa terlihat dan terasa berantakan, dengan berbagai barang berserakan di mana-mana,ÔÇØ ujar Saba Harouni Lurie, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi.
Lurie menjelaskan bahwa depresi memiliki kemampuan untuk menurunkan motivasi secara drastis dalam melakukan aktivitas apa pun. Kondisi psikologis tersebut juga mengakibatkan seseorang merasa lambat sehingga aktivitas membersihkan rumah menjadi tantangan yang sangat berat bagi pengidapnya.
ÔÇ£Depresi membuat seseorang sulit untuk fokus, dan ketika seseorang sedang depresi, tugas-tugas sederhana sekalipun dapat terasa sangat monumental,ÔÇØ jelas Lurie.
Proses pembersihan yang terhambat ini disarankan untuk dimulai dari langkah-langkah kecil. Tujuannya adalah agar individu tidak merasa terbebani di awal proses penataan kembali lingkungan mereka.
ÔÇ£Menetapkan tujuan kecil yang dapat dicapai dapat membantumu mengidentifikasi dari mana harus memulai dan memberikan sesuatu untuk dirayakan," tutur Lurie.
"Itu bisa berarti membersihkan satu area saja, seperti tempat tidur, menyelesaikan satu tugas seperti membawa keluar piring kotor, atau apa pun yang akan membuatmu selangkah lebih dekat untuk menciptakan ruang yang bersih,ÔÇØ lanjut dia.
Pendiri Focused Mind ADHD Counseling, Billy Roberts, LISW-S, LCSW, menambahkan bahwa tanda nyata dari fenomena ini meliputi tumpukan piring kotor serta cucian yang melimpah. Keberadaan barang-barang yang tidak jelas fungsinya juga menjadi indikator hilangnya ketertarikan pada tugas harian.
ÔÇ£Jumlah (barang kotor) yang berlebihan ini menandakan hilangnya investasi dalam tugas-tugas kehidupan sehari-hari,ÔÇØ ungkap Roberts.
Menurutnya, tumpukan kekacauan tersebut memberikan beban tambahan karena menuntut energi kognitif yang besar untuk diselesaikan. Roberts juga memperingatkan bahwa depresi bersifat progresif dan dapat memburuk tanpa adanya intervensi tepat dari psikolog atau psikiater.
ÔÇ£Jika kamu yakin bahwa kamu sedang depresi, kamu harus mencari bantuan. Waktu untuk bertindak adalah saat kamu menyadari bahwa kamu telah merasa sedih dan putus asa untuk jangka waktu yang lama,ÔÇØ tegas Roberts.
Lingkungan yang berantakan diketahui dapat menciptakan siklus negatif dengan meningkatkan perasaan cemas dan stres secara signifikan. Kondisi ini sering kali diperparah oleh rasa terpisah dari realitas sekitar yang membuat penghuni tidak menyadari parahnya kondisi ruangan mereka.