RS Arab Saudi Rawat 141 Jemaah Haji Indonesia 2026

RS Arab Saudi Rawat 141 Jemaah Haji Indonesia 2026
Foto: Ilustrasi RS Arab Saudi Rawat 141 Jemaah Haji Indonesia 2026.

Sebanyak 141 jemaah haji Indonesia tahun 1447 Hijriah atau 2026 mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) pada Senin (4/5/2026). Pihak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia melaporkan pemantauan kesehatan intensif terus dilakukan menyusul kondisi cuaca ekstrem di Mekkah.

Data kumulatif yang dilansir dari Nasional menunjukkan 6.823 jemaah telah menjalani rawat jalan, sementara 117 orang lainnya harus dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Dari total rujukan ke RSAS, puluhan jemaah hingga kini masih dalam observasi tim medis setempat.

"141 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dengan 59 jemaah masih dalam perawatan hingga saat ini," ujar Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj.

Laporan kesehatan tersebut juga mengonfirmasi adanya tujuh jemaah yang meninggal dunia. Kematian para jemaah tersebut mayoritas disebabkan oleh komplikasi medis pada organ dalam, khususnya serangan jantung dan radang paru-paru.

"PPIH memastikan bahwa seluruh jemaah yang wafat akan mendapatkan hak badal haji. Doa terbaik dipanjatkan agar seluruh almarhum dan almarhumah memperoleh husnul khatimah," ucap Maria.

Kondisi cuaca di Mekkah diperkirakan menyentuh angka 43 derajat celsius, sehingga jemaah diminta untuk tidak memaksakan diri dalam beraktivitas. Petugas kesehatan disiagakan di berbagai titik guna merespons laporan gangguan kesehatan dari para jemaah secara cepat.

"Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur waktu ibadah dengan baik, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari," ucapnya.

Pemerintah juga memberikan prioritas layanan bagi kelompok jemaah dengan kebutuhan khusus. Fasilitas ramah lansia dan disabilitas disiapkan untuk menjamin kelancaran ibadah di tanah suci.

"Kami menghadirkan berbagai kemudahan layanan, termasuk Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam dengan armada ramah lansia dan disabilitas," imbuhnya.

Transportasi Bus Sholawat tersebut menjadi tumpuan pergerakan jemaah dari penginapan menuju Masjidil Haram secara terus-menerus. Fasilitas ini menghubungkan jemaah melalui tiga titik strategis, yakni Terminal Jiad (Ajyad), Jabal KaÔÇÖbah, dan Syib Amir.

Artikel terkait

Rekomendasi