Komunitas motor Royal Riders Indonesia (RoRI) sukses menyelenggarakan agenda tahunan Rock N Ride (RnR) Vol. 8 Celebes di kawasan Hutan Pinus, Malino, Sulawesi Selatan pada Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi nasional yang mempertemukan ratusan perwakilan anggota dari berbagai wilayah di Indonesia.
Sebanyak 17 provinsi mengirimkan perwakilan dari 17 chapter dan 36 sub-chapter, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, hingga Kalimantan. Dilansir dari Otomotif, acara bertema Exploring the Exotic Soul of Sulawesi ini merupakan kali pertama ajang tahunan tersebut menginjakkan kaki di tanah Sulawesi.
President RoRI Harry Prasth menekankan bahwa pertemuan besar ini memiliki tujuan strategis untuk memperkuat struktur organisasi komunitas di kancah nasional. Melalui pernyataan resminya pada 23 April 2026, ia menegaskan pentingnya komando yang terarah bagi organisasi.
"Kami tidak sedang sekadar menggelar event. Ini adalah konsolidasi gerakan. RoRI harus bergerak dalam satu arah, dengan komando yang jelas, agar memiliki kekuatan dan dampak yang nyata secara nasional," ujar Harry Prasth, President RoRI.
Pendiri komunitas turut memberikan pesan mendalam mengenai keberlanjutan organisasi kepada seluruh pengurus daerah. Penyerahan tongkat estafet kepemimpinan ini bertujuan agar nilai manfaat komunitas tetap terjaga di masa depan.
"Kami titipkan RoRI kepada Chapter dan Sub-Chapter untuk dipelihara agar semakin besar dan bermanfaat. When something good happens, ride to celebrate it; when something bad happens, ride to forget it; when nothing happens, ride to make something," kata Bastian Hasan, Founder RoRI.
Ketua Panitia Pusat RnR Vol. 8 Celebes Ryan Luta Pratama mengungkapkan filosofi di balik penggunaan angka delapan dalam logo acara yang direbahkan. Simbol infinity atau tak terhingga tersebut melambangkan semangat persaudaraan tanpa batas di antara para pengendara.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan perjalanan touring yang melintasi rute Makassar menuju Takalar, melewati Bili-Bili, dan berakhir di Malino. Para peserta disambut dengan upacara adat tradisional berupa Tari Paddupa dan tradisi Angngaru sebagai bentuk penghormatan budaya setempat.
Ketua Panitia Daerah Hadimulyanoor menjelaskan fokus utama penyelenggaraan di Makassar adalah memberikan kepuasan emosional bagi anggota yang telah menempuh perjalanan jauh. Panitia berupaya menciptakan suasana yang hangat selama acara berlangsung.
"Yang terpenting adalah membuat semua yang datang merasa bahagia. Kami ingin Makassar menjadi memori yang baik bagi para member," ucap Hadimulyanoor, Ketua Panitia Daerah.
Acara diakhiri dengan prosesi penyalaan obor bersama di tengah hutan pinus yang melibatkan pendiri, pengurus pusat, serta seluruh anggota sebagai simbol sinergi. Kegiatan ini sekaligus mempertegas posisi RoRI sebagai komunitas yang aktif mempromosikan potensi pariwisata dan kebudayaan Indonesia.