Ritual Pengganti Perjalanan Pulang Bantu Atasi Burnout saat WFH

Ritual Pengganti Perjalanan Pulang Bantu Atasi Burnout saat WFH
Foto: Ilustrasi Ritual Pengganti Perjalanan Pulang Bantu Atasi Burnout saat WFH.

Sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) yang berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada hari Jumat menawarkan keleluasaan dalam membagi waktu harian.

Meski demikian, aktivitas WFH memangkas rutinitas perjalanan pulang kantor yang secara alami berfungsi sebagai momen jeda bagi kesadaran manusia.

Dikutip dari Lifestyle, perjalanan pulang sejatinya menjadi sarana kognitif bagi otak untuk melepaskan beban pikiran dari tugas-tugas profesional.

Ketiadaan batas fisik ini kerap membuat pegawai langsung terjebak dalam urusan rumah tangga atau tetap memikirkan pekerjaan sesudah perangkat kerja dimatikan.

Psikolog Klinis Indopsycare Clement Eko Prasetio memaparkan bahwa fenomena ini memaksa otak terus berada dalam kondisi siaga dan memicu keletihan mental secara terus-menerus.

Sinyal pembatas yang tegas sangat dibutuhkan oleh organ pemikir manusia agar terhindar dari kondisi kejenuhan akut atau burnout.

"Secara kognitif, otak memerlukan transisi. Maka ada baiknya pindah lokasi, dalam artian dari kiri ke kanan itu pun sudah pindah lokasi," jelas Clement saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Sebagai solusi atas hilangnya pembatas alami tersebut, pekerja disarankan membangun rutinitas kecil yang terjadwal di dalam kediaman masing-masing pada Selasa (19/5/2026).

Clement menyatakan bahwa indikator awal yang paling mudah direspon oleh sistem saraf adalah transformasi pada kondisi fisik serta area sekitar tempat beraktivitas.

Langkah penyesuaian ini tidak menuntut perpindahan tempat yang jauh, melainkan dapat diakomodasi dengan menggeser posisi duduk atau merombak tata ruang kerja.

Salah satu taktik sederhana yang memiliki efektivitas tinggi adalah mengganti model pakaian yang dikenakan.

Pekerja WFH biasanya diimbau tetap mengenakan busana rapi demi mempertahankan konsentrasi selama jam operasional kantor pada hari Jumat.

Sesaat setelah jam kerja berakhir, pegawai disarankan segera menukar pakaian tersebut dengan busana kasual guna menandakan berakhirnya peran profesional hari itu.

"Pas kita pakai baju kerja, misalnya kita biasanya pakai polo shirt. Berarti setelah jam kerja jangan pakai polo shirt lagi. Itu cukup membantu," tutur Clement.

Ritual ini juga dapat diselaraskan dengan aktivitas mandi pada sore hari begitu kewajiban kantor terselesaikan.

Seusai membersihkan diri, pastikan tubuh tidak kembali mendekati area atau sudut ruangan yang dipakai untuk menuntaskan pekerjaan sepanjang hari.

Clement menerangkan bahwa pembatasan secara visual ini berperan penting dalam mereduksi ketegangan psikologis secara bertahap.

Mengalihkan Jenis Kegiatan dari Layar Digital

Langkah pemulihan fungsi kognitif juga dipengaruhi oleh jenis aktivitas yang dipilih langsung setelah waktu kerja selesai.

Kebiasaan kurang tepat yang sering ditemui pada pekerja adalah langsung mengakses tayangan hiburan atau memeriksa linimasa media sosial lewat ponsel pintar.

Pola tersebut membuat otak tetap mengaitkan pancaran layar gawai dengan beban pekerjaan, sehingga rasa cemas digital terus bertahan.

"Saranku adalah jangan nonton Netflix langsung setelah kerja. Mending lakukan aktivitas yang beda," sebut Clement.

Pekerja diimbau menjauhkan diri dari perangkat laptop serta ponsel setidaknya pada 15 hingga 30 menit pertama pasca-jam kantor ditutup.

Pilihlah bentuk kegiatan fisik yang rileks di area luar ruangan untuk menyegarkan jarak pandang yang sempat terbatas akibat menatap monitor.

Beberapa opsi yang bisa dicoba antara lain berjalan santai di sekitar lingkungan rumah, berinteraksi dengan hewan peliharaan, atau menikmati suasana sore.

"Kalau ada kucing, main sama kucing. Kalau misalnya ada kesempatan untuk jalan-jalan, jalan kaki atau naik sepeda, lakukan itu sebagai transisi," terang Clement.

Apabila tugas kantor baru rampung saat kondisi luar sudah gelap, aktivitas berpindah ke luar ruangan tetap direkomendasikan untuk dilakukan.

Melangkah sejenak menuju area halaman atau teras rumah guna memantau situasi sekitar sudah memadai untuk mengalihkan atensi kognitif dari beban kerjaan.

Artikel terkait

Rekomendasi