Pakar otomotif dari Universitas Gadjah Mada (UGM) memperingatkan adanya risiko kerusakan jangka panjang pada mesin kendaraan diesel akibat peralihan penggunaan bahan bakar berkualitas rendah demi menekan biaya operasional pada Minggu (19/4/2026).
Kecenderungan masyarakat beralih ke bahan bakar yang lebih murah ini dipicu oleh kenaikan harga BBM diesel nonsubsidi. Sebagaimana dilansir dari Otomotif, penggunaan solar kualitas rendah terutama yang tercampur dengan biodiesel seperti B100 atau FAME berpotensi merusak sistem penyaringan.
Jayan Sentanuhady, pakar otomotif UGM, memberikan penegasan bahwa penggunaan bahan bakar tersebut menuntut intensitas perawatan yang lebih tinggi dibandingkan penggunaan bahan bakar standar. Fokus utama dampak ini terletak pada komponen filter solar.
"Solar kualitas rendah, terutama hasil blending dengan B100 atau FAME, biasanya memerlukan maintenance yang lebih sering, terutama pada sistem filter solar," kata Jayan Sentanuhady, Pakar otomotif UGM.
Selain masalah penyaringan, karakteristik spesifik dari bahan bakar nabati juga memiliki risiko teknis lainnya. Potensi pembentukan gel menjadi ancaman serius bagi kelancaran distribusi bahan bakar menuju ruang mesin.
"Solar hasil blending dengan minyak nabati memang harus sering dilakukan perawatan, karena ada potensi terjadinya gelling atau pembentukan gel pada bahan bakar," ucap Jayan Sentanuhady, Pakar otomotif UGM.
Kinerja mesin secara keseluruhan sangat bergantung pada kebersihan filter solar tersebut. Jayan menekankan bahwa pemilik kendaraan tidak boleh mengabaikan perawatan rutin pada komponen ini agar kerusakan tidak merembet ke bagian lain.
"Filter harus sering dibersihkan atau diganti," kata Jayan Sentanuhady, Pakar otomotif UGM.
Kerusakan yang ditimbulkan tidak berhenti pada sistem penyaringan, melainkan dapat menyebar hingga ke ruang pembakaran. Penumpukan deposit atau kerak menjadi konsekuensi yang sulit dihindari pada permukaan piston dan saluran manifold.
"Ruang bakar dan permukaan atas piston bisa mengalami penumpukan deposit. Intake maupun exhaust manifold juga biasanya kotor karena deposit," ucap Jayan Sentanuhady, Pakar otomotif UGM.
Terakhir, komponen presisi dalam sistem injeksi juga terancam mengalami keausan meskipun dalam skala mikroskopis. Dampak kumulatif dari penggunaan solar murah ini pada akhirnya dapat memicu biaya perbaikan yang jauh lebih besar.
"Secara mikroskopis mungkin ada juga, misalnya keausan plunyer pump atau sistem injeksi," kata Jayan Sentanuhady, Pakar otomotif UGM.