Dokter Darrell Fernando Ungkap Risiko Kanker Akibat Infeksi Persisten HPV

Dokter Darrell Fernando Ungkap Risiko Kanker Akibat Infeksi Persisten HPV
Foto: Ilustrasi Dokter Darrell Fernando Ungkap Risiko Kanker Akibat Infeksi Persisten HPV.

Infeksi Human Papillomavirus (HPV) dilaporkan masih menjadi pemicu utama berbagai jenis kanker sistem reproduksi pada laki-laki dan perempuan akibat gangguan pertumbuhan sel tubuh. Fakta ini disampaikan dalam acara Pekan Imunisasi Dunia 2026: Forum IVAXCON di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Dokter Kandungan Sub Spesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi, dr. Darrell Fernando menjelaskan bahwa HPV memiliki kemampuan untuk memprogram ulang sel tubuh manusia. Dampak dari proses ini dapat berkembang menjadi kondisi kesehatan yang sangat serius jika infeksi berlangsung dalam durasi lama.

Dilansir dari Lifestyle, mekanisme kerja virus ini tidak hanya sekadar menempel, tetapi mengubah fungsi sel secara fundamental. Pertumbuhan sel yang menjadi tidak terkontrol dalam jangka panjang inilah yang memiliki potensi besar menjadi kanker.

ÔÇ£HPV kurang lebih kayak parasit yang masuk lalu take over induknya. Dia menginfeksi dan programming tubuh kita diganti sama programnya dia, sehingga pertumbuhannya tidak terkendali dan bisa menjadi kanker,ÔÇØ ujar dr. Darrell Fernando, Dokter Kandungan Sub Spesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi.

Penularan virus ini umumnya terjadi melalui aktivitas seksual yang mencakup kontak genital lewat vagina, mulut, hingga anal. Kondisi anatomi tubuh membuat perempuan memiliki risiko infeksi lebih tinggi karena virus dapat bertahan lebih lama di area genital dibandingkan pada laki-laki.

Meskipun sebagian besar orang diperkirakan pernah terpapar HPV dalam hidupnya, daya tahan tubuh yang baik biasanya dapat menghilangkan virus tersebut secara alami. Bahaya utama muncul ketika infeksi tersebut bersifat persisten atau tidak kunjung hilang dari tubuh.

ÔÇ£HPV yang nempel belum tentu bikin penyakit. Tapi kalau persistent infection atau tidak hilang-hilang, itu bisa memicu perubahan sel dan berujung kanker,ÔÇØ jelas dr. Darrell Fernando, Dokter Kandungan Sub Spesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi.

Terdapat dua kategori utama virus ini, yaitu risiko rendah (low risk) dan risiko tinggi (high risk). Tipe risiko tinggi seperti HPV 16 dan 18 merupakan varian yang paling diwaspadai karena keterkaitannya yang sangat erat dengan perkembangan penyakit kanker.

Kanker serviks menjadi kasus yang paling sering ditemukan pada perempuan melalui proses perkembangan yang memakan waktu cukup lama. Durasi perkembangan ini sebenarnya memberikan kesempatan bagi pasien untuk melakukan langkah-langkah medis preventif.

ÔÇ£Perjalanan dari HPV sampai jadi kanker itu bisa 10 sampai 20 tahun. Jadi masih ada waktu untuk deteksi sebelum masuk ke kanker,ÔÇØ ujar dr. Darrell Fernando, Dokter Kandungan Sub Spesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi.

Sebagai langkah mitigasi, skrining rutin melalui metode Pap smear dan pemberian vaksinasi HPV menjadi instrumen pencegahan yang krusial. Edukasi mengenai kesehatan reproduksi juga disarankan untuk menekan angka kasus infeksi di tengah masyarakat.

Artikel terkait

Rekomendasi