Miliarder terkaya asal Ukraina, Rinat Akhmetov, dilaporkan mengakuisisi sebuah apartemen supermewah di kawasan eksklusif Monako dengan nilai transaksi mencapai 471 juta euro atau setara Rp 9,6 triliun pada tahun 2024. Penjualan hunian tunggal di proyek pengembangan Mareterra ini tercatat sebagai salah satu transaksi properti termahal di dunia, sebagaimana dilansir dari Kompas melalui laporan Bloomberg.
Unit hunian yang berlokasi di gedung Le Renzo tersebut memiliki luas mencapai 2.500 meter persegi yang terbagi dalam lima lantai. Fasilitas di dalamnya mencakup 21 kamar, kolam renang pribadi, jacuzzi, serta ketersediaan delapan area parkir guna menunjang gaya hidup kelas atas di tepi laut Monako.
Perusahaan investasi milik Akhmetov, System Capital Management (SCM), memberikan konfirmasi terkait kepemilikan aset tersebut namun memilih untuk merahasiakan detail nilai transaksinya. Pihak perusahaan menyatakan bahwa investasi di sektor real estat premium telah menjadi bagian dari strategi bisnis mereka selama lebih dari satu dekade terakhir.
"Portofolio investasi internasional SCM telah mencakup portofolio real estat premium yang berdiri sendiri selama lebih dari sepuluh tahun, seperti yang telah dinyatakan secara publik pada beberapa kesempatan," tulis Bloomberg mengutip perusahaan tersebut.
SCM juga memberikan penjelasan tambahan mengenai status kepemilikan aset di kawasan Mareterra tersebut. Mereka menegaskan bahwa komitmen investasi untuk proyek ini sudah dimulai jauh sebelum pecahnya konflik berskala besar di negara asal sang miliarder.
"Di antara asetnya adalah proyek 'Le Renzo', di mana kami melakukan investasi di pasar primer pada tahun 2021," tulis pernyataan tersebut.
Meskipun transaksi baru terungkap ke publik baru-baru ini, SCM menekankan bahwa kesepakatan dilakukan pada 2021, sebelum invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada 2022. Saat ini, Rinat Akhmetov diperkirakan memiliki kekayaan bersih lebih dari 7 miliar dollar AS melalui gurita bisnisnya di sektor baja, energi, dan pertambangan.
Kawasan Mareterra tempat apartemen tersebut berada kini menjadi pasar properti paling kompetitif di dunia dengan harga melebihi 100.000 euro per meter persegi. Analisis dari riset Savills menunjukkan bahwa keterbatasan lahan ekstrem di Monako terus memicu kenaikan harga properti meskipun situasi ekonomi global sedang tidak menentu.