Rieke Diah Pitaloka Soroti Maraknya Kekerasan Seksual di Ruang Publik

Rieke Diah Pitaloka Soroti Maraknya Kekerasan Seksual di Ruang Publik
Foto: Ilustrasi Rieke Diah Pitaloka Soroti Maraknya Kekerasan Seksual di Ruang Publik.

Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyoroti tantangan berat bagi kaum perempuan dalam menghadapi maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan maupun ruang publik. Penegasan ini disampaikan Rieke dalam sebuah diskusi pada Selasa, 21 April 2026, yang dilansir dari Nasional.

Politikus PDI Perjuangan tersebut menjelaskan bahwa keberadaan perempuan di ranah politik dan publik merupakan hasil perjuangan kolektif para tokoh sejarah seperti RA Kartini dan Dewi Sartika. Upaya panjang tersebut kini menghadapi tantangan baru berupa normalisasi tindak kejahatan seksual.

"Jalan yang panjang untuk perempuan bisa ada di ruang publik, perempuan ada di ruang politik, perempuan bisa bersuara," kata Rieke, Anggota Komisi XIII DPR RI.

Pencapaian akses pendidikan bagi perempuan di masa lalu harus ditebus dengan pendirian sekolah-sekolah khusus oleh para pionir pergerakan. Namun, Rieke menyayangkan kondisi saat ini di mana kekerasan seksual justru masih sering ditemukan dan pertumbuhannya dianggap mengkhawatirkan.

"Ketika orang sudah menganggap kejahatan seksual itu adalah sesuatu yang normal, maka kejahatan yang lain, mau korupsi, mau apa, itu sudah lebih tak dianggap lagi," ujar Rieke, Anggota Komisi XIII DPR RI.

Ia menambahkan bahwa misi perjuangan perempuan bukan bertujuan untuk menciptakan pemisahan atau dominasi atas kaum laki-laki. Fokus utamanya adalah kolaborasi antar-gender demi menciptakan tatanan kehidupan bernegara yang jauh lebih sehat dan aman.

"Ini adalah persoalan laki-laki maupun perempuan bergandengan tangan untuk membangun suatu sistem bermasyarakat, berbangsa, bernegara yang lebih baik," tutur Rieke, Anggota Komisi XIII DPR RI.

Artikel terkait

Rekomendasi