RHB Sekuritas kembali meluncurkan daftar 20 saham berkapitalisasi kecil atau small cap yang dinilai memiliki prospek keuntungan menjanjikan pada tahun 2026. Saham-saham ini dianggap sebagai mutiara terpendam karena memiliki fundamental kokoh namun belum mendapatkan perhatian luas dari pelaku pasar.
Publikasi bertajuk Top Indonesia Small Cap Jewels edisi ke-16 ini merupakan bentuk konsistensi riset RHB dalam memetakan peluang alfa bagi para investor di Indonesia maupun kawasan ASEAN. Pemilihan ini dilakukan di tengah kondisi ekonomi global dan domestik yang semakin menantang serta dinamis.
Dikutip dari Investor Daily, perusahaan-perusahaan yang dipilih memiliki kemampuan untuk mempertahankan kinerja yang tangguh di berbagai siklus pasar. Fokus utama riset tetap pada entitas dengan potensi pertumbuhan yang dapat ditingkatkan atau scalable namun masih kurang diapresiasi pasar.
Daftar tahun ini mencakup perusahaan dari tujuh sektor berbeda dengan rata-rata kapitalisasi pasar mencapai Rp6,9 triliun atau setara US$400 juta. Selain itu, median Return on Equity (ROE) trailing dari emiten-emiten pilihan tersebut berada di angka 15,2%.
Sekitar 60% dari saham yang masuk dalam daftar tahun ini merupakan ide investasi baru yang sebelumnya berada di luar cakupan riset rutin RHB. Hal ini menunjukkan upaya berkelanjutan perusahaan dalam menggali peluang baru bagi investor di Bursa Efek Indonesia.
Berikut adalah daftar lengkap 20 saham small cap pilihan RHB beserta target harga yang ditetapkan:
| Nama Emiten | Kode Saham | Target Harga | Potensi Kenaikan |
|---|---|---|---|
| PT Apexindo Duta Pratama Tbk | APEX | Rp313 | 55% |
| PT Astra Otoparts Tbk | AUTO | Rp3.350 | 30,4% |
| PT Bank BTPN Syariah Tbk | BTPS | Rp1.410 | 41% |
| PT Bank Neo Commerce Tbk | BBYB | Rp470 | 53,6% |
| PT Buana Lintas Lautan Tbk | BULL | Rp88 | 72,5% |
| PT Cita Mineral Investindo Tbk | CITA | Rp3.740 | 29,7% |
| PT Daya Intiguna Yasa Tbk | MDIY | Rp870 | 46% |
| PT Dharma Polimetal Tbk | DRMA | Rp1.285 | 31% |
| PT Hatten Bali Tbk | WINE | Rp230 | 25,7% |
| PT Integra Indocabinet Tbk | WOOD | Rp370 | 21,7% |
| PT Lotte Chemical Tbk | FPNI | Rp634 | 28,3% |
| PT Malindo Tbk | MAIN | Rp1.235 | 44% |
| PT Mitra Investindo Tbk | MITI | Rp480 | 93,5% |
| PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk | CNMA | Rp125 | 20,2% |
| PT Remala Abadi Tbk | DATA | Rp2.500 | 21,4% |
| PT Sarimelati Kencana Tbk | PIZZA | Rp250 | 19% |
| PT Selamat Sempurna Tbk | SMSM | Rp2.400 | 33,3% |
| PT Sinar Eka Selaras Tbk | ERAL | Rp380 | 25% |
| PT Super Bank Indonesia Tbk | SUPA | Rp1.300 | 52% |
| PT Wismilak Inti Makmur Tbk | WIIM | Rp2.400 | 26% |
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa PT Mitra Investindo Tbk (MITI) memiliki potensi kenaikan tertinggi dalam daftar ini, yakni mencapai 93,5%. Disusul kemudian oleh PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dengan potensi kenaikan harga sebesar 72,5% dari harga pasar saat ini.
Sektor perbankan digital dan syariah juga terwakili melalui PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dan PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS). Keduanya masing-masing menawarkan potensi pertumbuhan harga sebesar 53,6% dan 41% berdasarkan analisis harga wajar yang dirilis.
Industri otomotif dan komponennya turut menjadi perhatian dengan masuknya PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dan PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA). Sementara itu, sektor konsumsi dan ritel diwakili oleh nama-nama seperti PT Sarimelati Kencana Tbk (PIZZA) dan PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL).