Aktor Rey Mbayang mengumumkan kondisi kesehatannya yang didiagnosis mengidap penyakit autoimun psoriasis sehingga menyebabkan kerontokan rambut secara ekstrem dan nyeri pada bagian tulang. Sebagaimana dilansir dari Suara, sang aktor membagikan informasi tersebut melalui akun media sosialnya pada Kamis, 23 April 2026.
Kondisi fisik suami Dinda Hauw ini memburuk dalam kurun waktu empat bulan terakhir hingga memengaruhi aktivitas kesehariannya. Rey Mbayang mengakui bahwa ia sempat melakukan berbagai upaya medis untuk mengatasi masalah rambut tersebut sebelum akhirnya memutuskan untuk tampil botak.
"Jadi Alasan botakin kepala karena punya sakit 'Autoimmune' psoriasis," kata Rey Mbayang dalam Instagram Story pada Kamis, 23 April 2026.
Keputusan memangkas habis rambut diambil untuk mempermudah proses pengobatan serta mengurangi beban pikiran akibat kerontokan yang terus terjadi. Ia juga mempertimbangkan persiapan fisik sebelum menjalani prosedur medis lainnya di masa mendatang.
"Empat Bulan terakhir, gue mulai ngerasain efek nggak enak di tulang juga dan masuk fase rontok parah," jelas Rey Mbayang, Bintang film Cinta Subuh.
Langkah ini menjadi jalan keluar sementara agar ia tidak semakin merasa tertekan melihat rambutnya yang rontok dalam jumlah besar setiap hari. Rey Mbayang mengungkapkan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah menuntaskan peradangan yang terjadi pada tubuhnya.
"Gue memutuskan buat botak biar lebih mudah buat ngobatinnya, dan biar lebih simple aja, ga makin stress mikirin rambut," ucap Rey Mbayang.
Selain menghadapi kendala fisik, ayah dua anak ini menyampaikan kegelisahannya terhadap perilaku pengguna media sosial yang memberikan komentar negatif terkait penampilan barunya. Ia merasa keberatan ketika wajahnya dibanding-bandingkan dengan pihak lain tanpa memikirkan dampak psikologisnya.
"Jadi tolong be nice yaaa, jangan terlalu dianggap punya andil buat ngomentarin hidup orang lain," kata Rey Mbayang.
Penyakit psoriasis yang diderita sang aktor merupakan gangguan peradangan kulit yang umumnya memicu timbulnya sisik, rasa gatal, serta penebalan pada area tertentu seperti kulit kepala. Kondisi ini muncul akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel-sel sehat sehingga menyebabkan siklus pergantian sel kulit menjadi terlalu cepat.