Singapura kini tengah bersiap memperkuat jaringan transportasi publiknya dengan menyambut armada kereta pertama untuk proyek Cross Island Line (CRL). Jalur ini diproyeksikan menjadi rute kereta bawah tanah (MRT) paling panjang di Negeri Singa tersebut saat resmi beroperasi nanti.
Otoritas Transportasi Darat Singapura (LTA) mengonfirmasi bahwa kereta pertama dari total 44 rangkaian telah tiba melalui Pelabuhan Jurong. Setiap rangkaian kereta ini terdiri dari enam gerbong yang dirancang khusus untuk mendukung mobilitas tinggi masyarakat Singapura.
Sebelum tiba di Singapura, purwarupa kereta dengan tipe CR151 ini sempat ditunjukkan oleh Jeffrey Siow selaku Pelaksana Tugas Menteri Perhubungan Singapura. Pratinjau tersebut dilakukan saat ia mengunjungi depo kereta api di wilayah Qingdao pada April lalu.
Spesifikasi dan Keunggulan Kereta Baru CRL
Dari segi estetika dan fungsi, desain kereta CR151 memiliki kemiripan dengan armada yang saat ini melayani Jalur Thomson-East Coast. Inovasi utamanya terletak pada efisiensi akses penumpang dengan menyediakan lima pintu di setiap sisi gerbong.
LTA menjelaskan bahwa desain ini bertujuan untuk mempercepat proses keluar dan masuknya penumpang di stasiun. Selain itu, bagian dalam kereta dirancang dengan lorong penghubung antar-gerbong yang jauh lebih luas.
Beberapa fitur unggulan yang tersemat pada rangkaian kereta Cross Island Line meliputi:
- Penyediaan lima pintu di tiap sisi gerbong untuk mencegah kepadatan saat turun-naik penumpang.
- Lorong antar-gerbong yang lebih lebar guna memberikan kenyamanan ekstra bagi penumpang yang berdiri.
- Sistem pemantauan kondisi otomatis yang mampu mendeteksi kerusakan peralatan secara dini.
- Teknologi diagnostik canggih untuk menjamin keandalan operasional selama kereta bertugas.
Kehadiran sistem pemantauan mandiri ini sangat krusial dalam meminimalkan gangguan teknis di jalur bawah tanah. Hal ini memastikan jadwal perjalanan tetap akurat dan aman bagi seluruh pengguna jasa MRT.
Proyeksi Operasional dan Jangkauan Wilayah
Setelah mendarat di Singapura, rangkaian kereta pertama ini tidak langsung digunakan untuk mengangkut penumpang secara umum. Armada tersebut harus melewati tahap pengujian integrasi sistem yang ketat di Pusat Pengujian Kereta Api Singapura.
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh komponen kereta dapat berkomunikasi dengan sempurna dengan infrastruktur rel yang ada. Pengadaan seluruh unit kereta ini melibatkan nilai kontrak yang cukup fantastis mencapai S$589 juta.
Informasi mengenai proyek pengembangan Jalur Lintas Pulau (Cross Island Line) dapat dirangkum sebagai berikut:
| Aspek Proyek | Detail Informasi |
|---|---|
| Target Operasi Penuh | Tahun 2030 |
| Total Panjang Jalur | Lebih dari 50 Kilometer |
| Jumlah Rangkaian Kereta | 44 Unit (6 Gerbong per Rangkaian) |
| Konsorsium Pengembang | CRCC Qingdao Sifang dan mitra |
| Kawasan Utama | Jurong Lake District, Punggol Digital District, Changi |
Tabel di atas merinci ambisi besar Singapura dalam menghubungkan koridor timur, barat, hingga timur laut melalui satu jalur terpadu. Proyek ini diharapkan menjadi tulang punggung transportasi baru bagi pusat-pusat ekonomi strategis di sana.
Saat rampung pada 2030 nanti, Cross Island Line akan membentang sepanjang lebih dari 50 kilometer di bawah permukaan tanah. Jalur ini akan memudahkan akses menuju kawasan berkembang seperti Distrik Digital Punggol dan Distrik Danau Jurong.