Masyarakat kini dapat mengolah sajian tradisional garang asem ayam khas Jawa Tengah tanpa menggunakan santan pada Rabu, 15 April 2026. Modifikasi resep ini tetap mempertahankan cita rasa gurih dan tekstur kental dengan memaksimalkan penggunaan kemiri sebagai pengganti lemak nabati.
Hidangan ini menggunakan satu ekor ayam kampung atau negeri yang dipotong menjadi 8 hingga 10 bagian. Dilansir dari Detik Food, penggunaan kemiri yang dipadukan dengan bumbu halus lainnya menjadi kunci utama untuk mendapatkan sensasi kental meski tanpa tambahan perasan kelapa.
Proses pengolahan dimulai dengan mencuci bersih potongan ayam lalu melumurinya dengan bumbu halus yang terdiri dari bawang putih, jahe, kunyit, kemiri, dan garam. Campuran tersebut kemudian didiamkan sesaat agar meresap sebelum ditambahkan air dan kaldu jamur untuk memperkuat rasa.
Aroma sedap dan tekstur daging yang empuk dihasilkan dari teknik pengukusan selama 45 menit menggunakan bungkusan daun pisang. Di dalam bungkusan tersebut, ayam dikombinasikan dengan irisan bawang merah, bawang putih, tomat hijau, belimbing sayur, dan cabai rawit merah.
Penambahan belimbing sayur dan tomat hijau memberikan karakter rasa asam segar yang menjadi ciri khas utama garang asem. Setelah dikukus hingga kaldu ayam keluar dan tekstur daging melunak, sajian ini siap dipindahkan ke mangkuk untuk dihidangkan dalam kondisi hangat.