Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menuntut pemerintah melakukan reformasi total terhadap manajemen program internship dokter akibat munculnya berbagai kendala bagi peserta di lapangan. Desakan ini disampaikan di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu, 13 Mei 2026.
Langkah tegas ini diambil sebagai respon atas aspirasi perlindungan peserta yang disampaikan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI). Sebagaimana dilansir dari Medcom, perbaikan sistem ini bertujuan mencegah kerugian bagi para calon dokter yang sedang menjalani praktik lapangan.
ÔÇ£Memang harus ada perubahan, harus ada perbaikan tata kelola posisi anak-anak kita calon dokter internship agar tidak lagi muncul kasus-kasus yang merugikan mereka,ÔÇØ tegas Irma.
Politisi tersebut menyatakan bakal meneruskan poin-poin keberatan dari mahasiswa kedokteran tersebut dalam agenda resmi parlemen. Penegasan ini dilakukan agar evaluasi program nasional bisa segera dijalankan bersama kementerian terkait.
ÔÇ£Semua yang disampaikan sudah saya terima sebagai wakil rakyat dan itu akan saya bawa ke rapat raker dengan Menteri Kesehatan,ÔÇØ ujarnya.
Irma menekankan bahwa eksistensi para peserta internship memiliki peran krusial dalam ketersediaan tenaga medis di Indonesia. Oleh karena itu, jaminan keselamatan dan kesejahteraan mereka tidak boleh diabaikan oleh otoritas negara.
ÔÇ£Pemerintah dan parlemen harus hadir di tengah mahasiswa internship agar mereka terlindungi,ÔÇØ katanya.
Mekanisme kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan pemerintah daerah dinilai perlu diperkuat guna menciptakan ekosistem kerja yang lebih aman. Koordinasi lintas sektoral menjadi kunci agar implementasi perlindungan berjalan efektif di seluruh wilayah.
ÔÇ£Perbaikan tata kelola ini harus dilakukan bersama-sama oleh pemerintah pusat dan daerah agar perlindungan terhadap mahasiswa internship benar-benar berjalan baik,ÔÇØ ujar Irma.
Komisi IX DPR RI memastikan akan terus memantau standarisasi perlindungan ini di seluruh pelosok tanah air. Kebijakan ini selaras dengan upaya pemenuhan kebutuhan dokter nasional yang menjadi prioritas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.