Rambut Pasien Amerika Serikat Berubah Abu-abu Usai Transplantasi

Rambut Pasien Amerika Serikat Berubah Abu-abu Usai Transplantasi
Foto: Ilustrasi Rambut Pasien Amerika Serikat Berubah Abu-abu Usai Transplantasi.

Nini B, seorang perawat asal Los Angeles, Amerika Serikat, mendapati rambutnya berubah menjadi abu-abu secara mendadak setelah menjalani prosedur transplantasi rambut pada April 2026. Kejadian langka ini muncul pasca pemindahan sekitar 2.500 folikel rambut ke area garis rambut guna memperbaiki penampilan dahinya.

Dilansir dari Wolipop, pasien yang juga merupakan kreator konten tersebut awalnya berniat menurunkan garis rambut agar terlihat lebih proporsional di depan kamera. Meskipun prosedur bedah yang dilakukan oleh dokter spesialis tersebut awalnya dinilai berhasil, perubahan warna rambut mulai terlihat hanya dalam waktu tiga minggu setelah operasi selesai dilakukan.

Kondisi medis ini tergolong aneh karena Nini sebelumnya tidak memiliki riwayat rambut beruban yang signifikan. Fenomena tersebut menyerang rambut di area transplantasi maupun rambut asli di sekitarnya, sehingga memicu perhatian serius dari tim medis yang menanganinya.

Dokter spesialis yang melakukan tindakan tersebut memberikan penegasan bahwa kasus yang dialami Nini merupakan situasi yang belum pernah ia temui sebelumnya. Hal ini membuat pengalaman pasien tersebut berpeluang menjadi subjek penelitian lebih lanjut di bidang dermatologi dan bedah plastik.

Secara teknis, para ahli menduga terdapat faktor stres pada kulit kepala atau trauma jaringan yang memicu fase istirahat folikel yang dikenal sebagai 'shock loss'. Tekanan yang terjadi pada area donor maupun area penerima transplantasi diyakini telah mengganggu produksi alami pigmen rambut.

Ketidakpastian mengenai kembalinya warna asli rambut membuat pasien harus menghadapi tantangan psikologis selama masa pemulihan. Nini mengungkapkan bahwa dirinya harus mempersiapkan kondisi mental yang kuat untuk melewati fase penyembuhan yang memakan waktu berbulan-bulan.

"shock loss," kata Nini B dalam laporan NY Post mengenai kondisi folikel rambutnya yang mengalami fase istirahat akibat tekanan jaringan.

Sebagai langkah adaptasi terhadap perubahan fisiknya, Nini saat ini memilih untuk menata rambut dengan model poni guna menutupi area yang berubah warna. Hingga kini, belum ada kepastian medis apakah uban tersebut bersifat permanen atau akan kembali ke warna semula seiring dengan pulihnya jaringan kulit kepala.

"tidak menarik" ucap Nini B menggambarkan perasaannya yang harus bersiap secara mental selama beberapa bulan pertama pasca prosedur tersebut.

Proses pemulihan total dari transplantasi rambut ini diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Nini B tetap melakukan pemantauan rutin untuk melihat perkembangan hasil akhir dari pertumbuhan 2.500 folikel rambut yang telah dipindahkan tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi