Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Republik Indonesia, Muhammad Qodari, secara resmi memberikan tanggapan terkait saran dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal. Masukan tersebut berkaitan dengan tingginya intensitas kunjungan luar negeri yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa waktu terakhir.
Qodari memulai penjelasannya dengan menyatakan bahwa pemerintah sangat mengapresiasi setiap masukan yang diberikan oleh Dino Patti Djalal sebagai bentuk kepedulian publik. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian perjalanan dinas kepala negara ke mancanegara telah melalui pertimbangan yang sangat matang.
Menurut Qodari, setiap keputusan untuk melakukan kunjungan kerja selalu didasarkan pada perhitungan manfaat strategis yang akan diterima oleh bangsa dan negara. Asas kemanfaatan tersebut menjadi pedoman utama bagi Presiden Prabowo sebelum memutuskan untuk bertolak ke negara sahabat demi kepentingan nasional.
Pernyataan Muhammad Qodari mengenai prinsip dasar kunjungan kepresidenan:
- Presiden selalu mengedepankan asas manfaat bagi kepentingan bangsa dan negara dalam setiap langkah yang diambil.
- Kunjungan ke luar negeri bukan sekadar perjalanan formalitas, melainkan upaya membuka peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor ekonomi dan politik.
Penjelasan di atas disampaikan langsung oleh Qodari saat memberikan keterangan di Kantor Danantara pada Minggu, 31 Mei 2026. Ia meyakini bahwa hasil dari diplomasi tersebut akan memberikan dampak positif yang panjang bagi Indonesia.
Fokus Manfaat Kerja Sama Indonesia dan Prancis
Sebagai contoh nyata dari efektivitas kunjungan tersebut, Qodari menyoroti hasil lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut menghasilkan berbagai poin kesepakatan bilateral yang dinilai sangat strategis bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Salah satu agenda krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah pembentukan France-Indonesia High Level Business Council. Program ini memiliki target ambisius untuk meningkatkan nilai perdagangan bilateral antara kedua negara hingga tiga kali lipat pada tahun 2035 mendatang.
Sejumlah sektor prioritas yang menjadi fokus dalam kerja sama strategis tersebut meliputi:
- Sektor pertahanan guna memperkuat sistem keamanan nasional melalui transfer teknologi.
- Sektor pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui kolaborasi akademik.
- Sektor perdagangan internasional guna memperluas pasar produk lokal di wilayah Eropa.
- Sektor investasi jangka panjang yang diharapkan dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja di tanah air.
Berbagai aspek kerja sama ini dipandang Qodari sebagai bukti bahwa kehadiran Presiden secara langsung di kancah internasional membuahkan hasil konkret. Ia menambahkan bahwa diskusi yang terjalin dengan pemerintah Prancis mencakup banyak dimensi pembangunan yang krusial.
Tanggapan Terkait Kritik Anggaran Negara
Mengenai kritik yang menyoroti potensi pemborosan anggaran negara akibat frekuensi perjalanan yang tinggi, Qodari mengajak masyarakat untuk melihat gambaran yang lebih besar. Ia meminta publik untuk turut memperhitungkan nilai investasi dan keuntungan yang didapat Indonesia dari setiap pertemuan tersebut.
Qodari meyakini bahwa apa yang diperoleh dari kunjungan ke Prancis kemarin memiliki nilai yang sangat besar dan signifikan dibandingkan dengan biaya operasional yang dikeluarkan. Menurutnya, potensi ekonomi yang tercipta akan jauh melampaui biaya teknis perjalanan dinas yang menjadi kekhawatiran publik.
Saran dari Dino Patti Djalal untuk Presiden
Sebelumnya, Dino Patti Djalal melalui akun media sosialnya memberikan lima poin saran khusus untuk Presiden Prabowo Subianto. Ia menyoroti besarnya biaya logistik yang harus ditanggung negara dalam setiap rangkaian kunjungan kenegaraan ke luar negeri.
Dino merincikan bahwa beban anggaran tersebut mencakup operasional tim pendahulu, biaya sewa pesawat, penginapan hotel, serta penyediaan logistik dan konsumsi. Selain itu, terdapat biaya untuk protokol, sistem pengamanan ketat, hingga uang harian bagi seluruh delegasi yang mendampingi Presiden.
Beberapa rekomendasi utama yang diusulkan oleh Dino Patti Djalal antara lain:
- Menyarankan agar Presiden menyerahkan sebagian besar misi diplomatik luar negeri kepada Menteri Luar Negeri, Sugiono.
- Menganjurkan Presiden untuk lebih banyak mengundang dan menerima kunjungan kepala negara lain di dalam negeri.
- Mengadopsi pola diplomasi Presiden China, Xi Jinping, yang lebih sering menjamu tamu negara di negaranya sendiri daripada bepergian keluar.
Dino berharap untuk satu tahun ke depan, Presiden Prabowo dapat lebih fokus melakukan aktivitas kenegaraan di tanah air. Saran ini ia sampaikan melalui unggahan di platform X pada Sabtu, 30 Mei 2026, sebagai masukan konstruktif bagi jalannya pemerintahan.
Data Ringkasan Fokus Diplomasi Indonesia-Prancis
Berikut adalah ringkasan mengenai target dan bidang kerja sama yang menjadi poin utama dalam kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis.
| Aspek Kerja Sama | Target dan Fokus Utama |
|---|---|
| Perdagangan Bilateral | Peningkatan nilai perdagangan hingga 3 kali lipat pada tahun 2035. |
| Kelembagaan Bisnis | Pembentukan France–Indonesia High Level Business Council. |
| Sektor Keamanan | Penguatan kerja sama di bidang pertahanan dan teknologi militer. |
| Pendidikan | Kolaborasi strategis untuk pengembangan kapasitas akademik dan SDM. |
Data tersebut menunjukkan bahwa setiap kunjungan yang dilakukan memiliki target capaian yang jelas dan terukur secara ekonomi. Pemerintah berkomitmen agar setiap perjalanan luar negeri selalu menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan bagi posisi Indonesia di mata dunia.
Meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai metode diplomasi, pemerintah tetap terbuka terhadap segala kritik yang membangun dari para tokoh bangsa. Fokus utama saat ini tetap pada implementasi hasil kesepakatan yang telah dicapai demi kemajuan ekonomi nasional secara menyeluruh.