Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,39 persen pada triwulan keempat 2025 di Bursa Efek Indonesia, Senin (27/4/2026). Angka ini disampaikan untuk menanggapi berbagai kritik negatif terhadap kinerjanya di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu.
Dilansir dari Suara, Purbaya menyebutkan bahwa pelemahan ekonomi yang memicu kritik tersebut merupakan dampak dari konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa kondisi perekonomian domestik justru menunjukkan tren positif dibandingkan periode sebelumnya.
"Sekarang banyak berita negatif yang menjelek-jelekkan saya," ungkap Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Pemerintah mencatat kenaikan pertumbuhan dari yang sebelumnya tertahan di kisaran 5 persen menjadi 5,39 persen. Berdasarkan data tersebut, Purbaya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama dan kedua tahun 2026 mampu melampaui angka 5,5 persen.
"Di tengah gejolak ekonomi global yang nggak jelas itu, kita bisa mampu menciptakan pertumbuhan domestik yang cukup baik. Dan ini akan terjadi terus ke depan," imbuh Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Peningkatan ini disebut sebagai hasil dari langkah reformasi ekonomi yang mulai dijalankan pada awal tahun 2026. Sektor perpajakan mencatatkan pertumbuhan hingga 20 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini sebagai dampak dari kebijakan tersebut.
"Bea Cukai juga direformasi, yang lain juga kita reformasi dengan cepat," pungkas Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.