Puradelta Lestari Bidik Prapenjualan Rp 2,08 Triliun Tahun 2026

Puradelta Lestari Bidik Prapenjualan Rp 2,08 Triliun Tahun 2026
Foto: Ilustrasi Puradelta Lestari Bidik Prapenjualan Rp 2,08 Triliun Tahun 2026.

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) menetapkan target prapenjualan sebesar Rp 2,08 triliun pada tahun 2026 seiring upaya transformasi Kota Deltamas dari kawasan industri menjadi kota mandiri terintegrasi. Dilansir dari Kompas pada Jumat (8/5/2026), perusahaan pengembang ini optimis mencapai pertumbuhan setelah membukukan pendapatan usaha senilai Rp 1,3 triliun sepanjang tahun 2025.

Strategi pertumbuhan perusahaan yang merupakan hasil kolaborasi Sinarmas Land dan Sojitz Corporation Jepang ini kini difokuskan pada perluasan sektor residensial serta komersial. Langkah tersebut diambil guna melengkapi dominasi emiten berkode saham DMAS tersebut pada segmen pusat data dan industri otomotif yang telah mapan sebelumnya.

Presiden Direktur PT Puradelta Lestari Tbk., Hongky J. Nantung, menjelaskan bahwa pergeseran identitas kawasan ini didukung oleh investasi infrastruktur publik yang dilakukan selama tiga dekade terakhir. Keberadaan magnet ekonomi baru seperti pusat bisnis Diamante dan pusat perbelanjaan turut memicu percepatan nilai aset properti di wilayah tersebut.

"Investasi berkelanjutan pada fasilitas publik telah mengubah wajah Kota Deltamas. Nilai aset properti di sini terus terakselerasi seiring pertumbuhan populasi penghuni serta hadirnya magnet ekonomi baru seperti AEON Mall dan pusat bisnis Diamante," ujar Hongky J. Nantung, Presiden Direktur PT Puradelta Lestari Tbk.

Dalam upaya mengejar target triliunan rupiah tersebut, DMAS menyediakan berbagai pilihan produk hunian mulai dari harga Rp 1,2 miliar hingga Rp 2,9 miliar. Penyerapan pasar dilaporkan cukup tinggi, yang terlihat dari angka penjualan klaster De Silva Residence yang mencapai 85 persen pada tahap awal peluncurannya.

Aspek konektivitas menjadi keunggulan utama dengan adanya akses langsung menuju Tol Jakarta-Cikampek KM 37. Selain itu, kawasan ini sedang mengembangkan jalur baru melalui Tol Japek Selatan KM 31 dan KM 42, serta integrasi dengan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) di Karawang melalui Jembatan Cibeet.

Pihak pengelola juga menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan melalui penerapan infrastruktur hijau untuk menarik minat investor. Hal ini mencakup operasional Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), penggunaan sumber energi terbarukan, hingga pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan campuran pengaspalan jalan di kawasan tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi