Puncak Kedatangan Jemaah Haji Madinah Diprediksi 6 Mei 2026

Puncak Kedatangan Jemaah Haji Madinah Diprediksi 6 Mei 2026
Foto: Ilustrasi Puncak Kedatangan Jemaah Haji Madinah Diprediksi 6 Mei 2026.

Puncak arus kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama di Bandara Mohammad Bin Abdul Aziz Madinah diproyeksikan terjadi pada 6 Mei 2026. Hal ini disampaikan oleh Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, saat meninjau kesiapan di lokasi.

Dikutip dari Nasional, otoritas terkait memperkirakan sebanyak 21 kelompok terbang (kloter) akan mendarat di Arab Saudi pada tanggal tersebut. Angka ini menunjukkan peningkatan intensitas dibandingkan hari biasa yang rata-rata melayani 18 kloter.

"Kedatangan kloter biasanya rata-rata 18 kloter (per hari)," kata Abdul Basir saat ditemui di Bandara Madinah, Rabu (29/4/2026).

Menghadapi lonjakan kepadatan pekan depan, petugas mulai mematangkan skema pelayanan khusus. Fokus utama persiapan terletak pada validasi data jemaah lanjut usia (lansia) dan ketersediaan alat bantu mobilitas di lapangan.

"Nanti akan cek data dari 21 kloter itu berapa jumlah jemaah lansia, berapa jemaah yang membutuhkan kursi roda sehinga kita bisa mempersiapkan kedatangan mereka," katanya.

Selain fasilitas fisik, koordinasi antarpetugas menjadi poin krusial mengingat luasnya area bandara. Petugas daker bandara diminta menjaga kondisi fisik untuk mobilitas tinggi di antara terminal kedatangan yang saling berjauhan.

"Sesama petugas harus support karena tempatnya agak berjauhan dari fast track ke terminal haji ke zero agak jauh dan kadang bebannya ada di salah satu titik," papar dia.

Data Terkini Kedatangan Jemaah

Hingga Rabu (29/4/2026) pukul 06.15 Waktu Arab Saudi, arus kedatangan jemaah haji terus mengalir secara bertahap. Laporan terkini mencatat sudah ada 132 kloter yang tiba di Tanah Suci melalui pintu masuk Madinah.

Total akumulasi jemaah yang sudah mendarat mencapai 47.737 orang. Dari jumlah keseluruhan tersebut, tercatat sebanyak 10.196 orang merupakan jemaah dalam kategori lansia yang memerlukan perhatian ekstra dari petugas di lapangan.

Artikel terkait

Rekomendasi