PT PP (Persero) Tbk (PTPP) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS Tahunan) Buku 2025 di Kantor Pusat PTPP, Jakarta, pada Selasa (19/05), guna membahas tujuh mata acara rapat termasuk perubahan pengurus.
Perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia ini memperoleh persetujuan pemegang saham untuk mengalihkan 31.619.477 lembar saham Seri B dari PT Danantara Asset Management (Persero) kepada BP BUMN.
Langkah pengalihan tersebut, dilansir dari Native, dilakukan untuk mengubah saham Seri B menjadi Saham Seri A Dwiwarna demi memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang BUMN.
Regulasi tersebut mengatur bahwa Negara Republik Indonesia memegang 1 persen saham Seri A Dwiwarna pada BUMN melalui Kepala BP BUMN.
Selain restrukturisasi saham, pemegang saham menyepakati perubahan susunan pengurus baru dengan menunjuk Dhony Rahajoe sebagai Komisaris Utama serta mempertahankan Novel Arsyad selaku Direktur Utama.
Sepanjang tahun buku 2025, emiten berkode PTPP ini mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp24,95 triliun yang bersumber dari proyek pemerintah sebesar 45 persen, BUMN 35 persen, dan swasta 20 persen.
Perwakilan BP BUMN memberikan apresiasi atas performa keuangan perseroan yang mampu mempertahankan arus kas operasi tetap positif sekaligus menurunkan liabilitas secara berkelanjutan.
PTPP juga mencatatkan penguatan tata kelola perusahaan dengan meraih skor 101,69 poin dalam ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) sehingga masuk kategori Level 5.
Hingga April 2026, perseroan telah mengamankan kontrak baru senilai Rp6,88 triliun yang didominasi sektor jalan dan jembatan sebesar 35 persen, termasuk proyek Jalan KSPEAN Wanam - Muting Segmen 1 senilai Rp1,77 triliun.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga keberlanjutan kinerja operasional dan keuangan lewat strategi bisnis yang prudent serta penguatan tata kelola.
"PTPP akan terus fokus pada penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan melalui optimalisasi portofolio proyek, peningkatan operational excellence, serta penguatan daya saing Perseroan di tengah dinamika industri konstruksi nasional," ujar Joko Raharjo, Corporate Secretary PTPP.
Pihak manajemen juga memandang positif prospek pertumbuhan ke depan dengan tetap mengedepankan asas kehati-hatian di seluruh lini bisnis.
"PTPP akan terus fokus pada penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan melalui optimalisasi portofolio proyek, peningkatan operational excellence, serta penguatan daya saing Perseroan di tengah dinamika industri konstruksi nasional," ujar Joko Raharjo, Corporate Secretary PTPP.