PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil mencatatkan volume produksi sebesar 47,2 juta ton sepanjang tahun 2025, atau mengalami kenaikan sebesar 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dilansir dari Investortrust pada Kamis (2/4/2026), pencapaian ini diikuti oleh pertumbuhan volume penjualan sebesar 6 persen menjadi 45,4 juta ton.
Kenaikan operasional anggota Grup MIND ID tersebut terjadi di tengah kondisi pasar global yang mengalami koreksi harga, termasuk pada indeks Newcastle. Selain produksi dan penjualan, volume angkutan batu bara perusahaan pelat merah ini juga tumbuh 6 persen menjadi 40,4 juta ton dari posisi sebelumnya 38,2 juta ton.
"Peningkatan kinerja dari sisi hulu hingga hilir ini mencerminkan strategi adaptif perusahaan dalam menjaga kesinambungan pasokan energi, baik untuk pasar domestik maupun internasional," kata Arsal Ismail, Direktur Utama PT Bukit Asam.
Strategi pasar PTBA menempatkan 54 persen total penjualan untuk kebutuhan dalam negeri guna memperkuat ketahanan energi nasional. Sementara itu, porsi ekspor sebesar 46 persen menyasar pasar Asia seperti India dan Vietnam, serta melakukan penetrasi ke pasar baru di Eropa yaitu Spanyol dan Rumania.
ÔÇ£Pada 2025 adalah pembuktian atas resiliensi operasional kami. Meski harga jual rata-rata terkoreksi akibat penurunan indeks Newcastle sebesar 22%, PTBA mampu menjawab tantangan tersebut dengan peningkatan efisiensi operasional dan perluasan pangsa pasar global,ÔÇØ jelas Arsal Ismail.
Dari aspek finansial, PTBA membukukan laba bersih sebesar Rp 2,93 triliun dengan EBITDA mencapai Rp 6,08 triliun pada tahun 2025. Fundamental bisnis tetap terjaga kuat yang ditandai dengan lonjakan arus kas operasi sebesar 24 persen menjadi Rp 6,26 triliun dan pertumbuhan total aset hingga Rp 43,92 triliun.
Investasi strategis perusahaan diwujudkan melalui realisasi belanja modal sebesar Rp 4,55 triliun untuk infrastruktur jangka panjang. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan proyek angkutan batu bara relasi Tanjung EnimÔÇôKramasan guna mendukung kelancaran logistik masa depan.
Menghadapi tahun 2026, PTBA telah mengantongi persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk mengejar target produksi dan penjualan sebesar 49,5 juta ton. Manajemen berencana memperkuat efisiensi melalui metode pertambangan selektif dan optimasi rantai pasok.
ÔÇ£Dengan fokus pada efisiensi dan pengembangan bisnis yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap tata kelola perusahaan, PTBA optimistis dapat menjaga kinerja positif berkelanjutan untuk berkontribusi pada perekonomian bangsa serta menjaga ketahanan energi nasional,ÔÇØ pungkas Arsal Ismail.