PT Bhadra Cemerlang Bina 17 Posyandu untuk Tekan Stunting

PT Bhadra Cemerlang Bina 17 Posyandu untuk Tekan Stunting
Foto: Ilustrasi PT Bhadra Cemerlang Bina 17 Posyandu untuk Tekan Stunting.

Sebanyak 17 Posyandu yang tersebar di wilayah Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, dan Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, mendapatkan pembinaan dari perusahaan perkebunan PT Bhadra Cemerlang (PT BCL). Pembinaan Posyandu ini menjadi bagian dari program Astra Sehat di tengah sorotan nasional terhadap isu stunting dan kualitas kesehatan, seperti dikutip dari Media Indonesia.

Program ini bertujuan membangun ekosistem layanan kesehatan berbasis masyarakat yang lebih terstruktur, aktif, dan berkelanjutan. Langkah ini dijalankan melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah desa, fasilitas kesehatan, serta kader Posyandu untuk memastikan layanan kesehatan dasar dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan konsisten.

Sebanyak 17 posyandu tersebut tersebar di delapan desa. Empat desa berada di wilayah Kabupaten Barito Timur, yaitu Desa Kotam, Lalap, Bentot, dan Mawani, sedangkan empat desa lagi masuk dalam wilayah Kabupaten Tabalong, yakni Desa Bintang Ara, Kambitin Raya, Wayau, dan Gerunggang.

Perwakilan Management Area Kalimantan Selatan, Agus Budiarto menjelaskan, pihaknya percaya keberlanjutan hanya dapat tercipta ketika pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan tumbuhnya kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

"PT BCL ingin memastikan keberadaan perusahaan mampu memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Kami melihat Posyandu bukan hanya tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga ruang tumbuh bagi generasi masa depan. Karena itu, kami mendorong program kesehatan yang tidak sekadar bersifat bantuan, tetapi mampu memperkuat kapasitas masyarakat secara berkelanjutan," ujar Agus, Selasa (19/5).

Agus menambahkan, pendekatan kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjalankan program sosial perusahaan. Menurutnya, tantangan kesehatan masyarakat tidak bisa diselesaikan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara perusahaan, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat desa.

Inisiatif tersebut diwujudkan melalui penerapan sistem standar Lima Meja Posyandu, mulai dari pendaftaran, penimbangan, pencatatan tumbuh kembang balita, penyuluhan gizi, pemberian makanan tambahan (PMT), hingga layanan kesehatan dasar dan imunisasi. Perusahaan juga mendorong penguatan kapasitas Posyandu agar mampu menjadi pusat edukasi kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi Astra Agro dalam mendukung percepatan penurunan stunting yang saat ini masih menjadi tantangan pembangunan nasional.

Sepanjang tahun 2025, program Astra Sehat PT BCL telah memberikan manfaat kepada 812 penerima manfaat yang terdiri dari 633 balita, 80 ibu hamil dan ibu menyusui, serta 99 Kader posyandu. Kehadiran program tersebut sekaligus mempertegas bagaimana perusahaan menjalankan bisnis dengan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada operasional, tetapi juga pada pembangunan kualitas hidup masyarakat sekitar.

Artikel terkait

Rekomendasi