PSSI Targetkan Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030

PSSI Targetkan Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030
Foto: Ilustrasi PSSI Targetkan Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030.

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menargetkan tim nasional Indonesia dapat berlaga di Piala Dunia 2030 sebagai momentum satu abad federasi. Target tersebut disampaikan dalam kegiatan Water Break PSSI Pers di GBK Arena pada Kamis, 16 April 2026, menjelang perayaan ulang tahun PSSI ke-96, dilansir dari Detik Sport.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menjelaskan bahwa peningkatan kualitas kompetisi domestik menjadi salah satu indikator positif. Saat ini peringkat liga Indonesia dilaporkan telah naik ke posisi 18 dari sebelumnya di urutan 25 dunia.

"Liga menunjukkan performa yang lebih baik. Indikatornya, peringkat kita naik ke posisi ke-18 dari sebelumnya 25. Untuk timnas, kita memang belum konsisten. Tetapi, bukan berarti program berhenti," kata Ketum PSSI Erick Thohir.

Meskipun konsistensi performa tim nasional masih menjadi tantangan, Thohir menegaskan bahwa pembangunan kekuatan sepak bola harus dilakukan secara berkelanjutan sejak dini.

"Kita harus punya mimpi. Memang mimpi tidak mudah, tetapi harus diperjuangkan. Jika kita berbicara tentang Piala Dunia 2030, itu juga menjadi mimpi kita bersama. Kita harus mulai membangun dari sekarang. Mudah-mudahan, dengan adanya pelatih seperti John, kita bisa membuat lembaran baru," ujarnya.

Anggota Komite Eksekutif PSSI, Hasnuryadi Sulaiman, turut menyoroti kemajuan peringkat FIFA dan keberadaan pemain muda potensial sebagai dasar optimisme federasi dalam menyusun program jangka panjang.

"PSSI telah menyusun banyak program untuk menuju Piala Dunia 2030 dan kami berharap bisa menjalankannya dengan baik. Jika tahun 1985 dianggap sebagai tim terbaik, maka menurut saya tim saat ini adalah yang terbaik yang kita miliki. Kita harus yakin bahwa pada 2030 kita bisa lolos ke Piala Dunia," kata Hasnur.

Hasnur menekankan perlunya evaluasi menyeluruh agar target tersebut menjadi realistis, termasuk fokus pada pembinaan usia dini dan pembenahan sistem kompetisi.

"Namun tentu diperlukan berbagai pembenahan, mulai dari pembinaan usia muda, kompetisi yang lebih baik, hingga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pemain untuk membela Timnas," ujarnya.

Pengamat sepak bola Hadi Gunawan menilai komposisi skuad Garuda saat ini merupakan salah satu yang terbaik sepanjang sejarah. Keberhasilan tim melaju hingga Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 dianggap sebagai bukti peningkatan kapabilitas.

"Kualitas kita meningkat dan mulai setara dengan negara-negara Asia lainnya. Apalagi sekarang banyak pemain yang bermain di Eropa. Menurut saya, secara tim, ini adalah salah satu tim terbaik yang pernah dimiliki Indonesia," ucap Bung Ahay.

Senada dengan hal tersebut, jurnalis senior Kesit Budi Handoyo menyoroti tingginya standar kualitas pemain Indonesia yang kini merumput di liga-liga top Eropa seperti Serie A, Ligue 1, dan Bundesliga.

"Kita bisa melihat antusiasme masyarakat saat Timnas bermain di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Masyarakat selalu menantikan pertandingan Indonesia," ujar Kesit.

Kesit menambahkan bahwa kemajuan kualitas individu sangat terlihat dari kemampuan Indonesia merepotkan tim-tim besar di kancah internasional belakangan ini.

"Ada pemain yang bermain di Serie A, Ligue 1, dan Bundesliga. Ini menunjukkan kualitas yang dimiliki Indonesia saat ini sudah sangat tinggi. Di kualifikasi, kita mampu merepotkan Australia dan Arab Saudi. Ini berbeda dengan masa lalu," kata dia.

Dari sisi teknis di lapangan, mantan pemain Timnas Indonesia Rochy Putiray melihat kehadiran pemain naturalisasi memberikan dampak positif bagi motivasi pemain lokal.

"Jangan hanya mencari kesalahan. Yang penting adalah bagaimana membuat mereka lebih kuat dan termotivasi ke depan. Kehadiran pemain naturalisasi harus menjadi contoh bagi pemain lokal," kata Rochy.

Rochy berpendapat bahwa saat ini Indonesia memiliki kedalaman skuad yang mumpuni untuk bersaing dengan negara lain tanpa memandang siapa yang duduk di kursi kepelatihan.

"Komposisi pemain sekarang sebenarnya sudah lengkap. Siapa pun pelatihnya, tim ini mampu bersaing," ujarnya menegaskan.

Artikel terkait

Rekomendasi