Pemerintah Indonesia melayangkan protes keras setelah militer Israel memasang spanduk berbahasa Ibrani dan melakukan perayaan di atap gedung Rumah Sakit Indonesia, Gaza, Palestina, pada awal April 2026. Aksi tersebut terekam saat tentara Israel memasuki fasilitas kesehatan yang dilaporkan dalam kondisi kosong tanpa aktivitas medis.
Sebagaimana dilansir dari Kompas, spanduk yang dipasang di sisi timur laut bangunan tersebut memuat kutipan religius mengenai kebangkitan kaum seperti singa jantan dan betina. Pemasangan atribut tersebut dilakukan bertepatan dengan momentum hari Paskah Yahudi, yang dibarengi dengan aksi tarian para tentara di atas struktur bangunan.
Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menyampaikan kecaman resmi terhadap tindakan provokatif pasukan Israel di atas reruntuhan fasilitas kemanusiaan tersebut. Pemerintah Indonesia menegaskan posisi keberatannya terhadap pengibaran spanduk bertuliskan rising lion di objek vital tersebut.
Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Hadiki Habib, memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai situasi terkini di lokasi kejadian. Informasi dari sumber lokal MER-C di lapangan memastikan bahwa saat ini gedung Rumah Sakit Indonesia sudah tidak beroperasi.
"Lihatlah, suatu kaum yang bangkit seperti singa betina, yang mengaum seperti singa jantan" tulis spanduk yang dipasang militer Israel tersebut.
Berdasarkan laporan lapangan, gedung RS Indonesia saat ini dipastikan tidak lagi memfasilitasi pelayanan kesehatan bagi warga Gaza. Hal ini terjadi seiring dengan eskalasi situasi keamanan yang membuat bangunan tersebut ditinggalkan oleh staf medis maupun pasien.