Saham MEDC Diproyeksi Tembus Rp 2.170 Per Lembar

Saham MEDC Diproyeksi Tembus Rp 2.170 Per Lembar
Foto: Ilustrasi Saham MEDC Diproyeksi Tembus Rp 2.170 Per Lembar.

Prospek cerah membayangi saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan target harga yang diperkirakan mampu menyentuh level Rp 2.170 per lembar. Potensi penguatan ini didorong oleh proyeksi peningkatan produksi minyak dan gas (migas) perusahaan.

Seperti dikutip dari Investortrust, lonjakan volume produksi tersebut ditopang oleh kontribusi penuh dari sejumlah aset strategis di blok Natuna dan Oman. Selain itu, tambahan pasokan baru dari proyek migas di Malaysia turut menjadi motor penggerak utama.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (16/4/2026) pagi, nilai saham MEDC menguat 1,48% ke posisi Rp1.710. Kinerja positif ini memperpanjang tren kenaikan emiten energi tersebut yang sudah tumbuh sebesar 10,32% dalam kurun waktu sepekan terakhir.

CGS International dalam laporan riset paling anyar memberikan rekomendasi add untuk saham MEDC. Lembaga analis ini melihat adanya potensi kenaikan harga sekitar 40% dari level harga saat ini, yang dipicu oleh perbaikan performa operasional dalam beberapa tahun ke depan.

Pertumbuhan sektor produksi diyakini menjadi katalisator utama yang akan mengatrol pendapatan sekaligus laba bersih MEDC. CGS Sekuritas menilai manajemen MEDC menerapkan strategi ekspansi yang sangat selektif.

Langkah perseroan yang berfokus pada kepemilikan aset berkualitas tinggi namun berbiaya rendah dianggap tepat. Pendekatan taktis ini dinilai efektif untuk menjaga profitabilitas perusahaan di tengah ketidakpastian fluktuasi harga komoditas energi di pasar global.

Kendati demikian, laju bisnis MEDC tetap dibayangi oleh beberapa faktor risiko. Sejumlah tantangan yang patut diwaspadai antara lain risiko penurunan harga minyak mentah, perlambatan tingkat permintaan di pasar global, hingga dinamika geopolitik dunia yang tidak menentu.

Melihat rekam jejak keuangan pada tahun lalu, CGS Sekuritas mencatat total pendapatan MEDC sepanjang 2025 berada di angka sekitar US$ 2,39 miliar. Perolehan tersebut dinilai relatif stabil jika dibandingkan dengan pencapaian pada tahun sebelumnya.

Meski pendapatan stabil, laba bersih perusahaan mengalami koreksi yang cukup dalam. Keuntungan bersih MEDC merosot menjadi sekitar US$ 100,9 virus atau setara Rp 1,69 triliun, dari pencapaian tahun 2024 yang sempat menyentuh angka Rp 5,97 triliun.

Walaupun laba bersih mengalami tekanan, indikator operasional berupa EBITDA perusahaan menunjukkan ketahanan yang solid. Nilai EBITDA MEDC tercatat bertengger di kisaran Rp 21 triliun pada 2025, sekaligus mencerminkan margin perusahaan yang tetap kokoh.

EBITDA perseroan diproyeksikan bakal meningkat tajam pada periode tahun 2026ÔÇô2027. Penguatan ini diperkirakan terjadi berkat efisiensi biaya operasional yang terus berjalan serta stabilitas harga minyak dunia, sehingga mampu memperkuat arus kas dan menjaga struktur modal tetap sehat.

Artikel terkait

Rekomendasi