Wakil Ketua Umum Relawan Projo, Freddy Damanik, menyangkal pernyataan yang mengeklaim Joko Widodo berhasil menduduki kursi presiden hanya karena faktor Jusuf Kalla (JK). Penegasan tersebut disampaikan dalam dialog Kompas Petang pada Senin (20/4/2026) sebagai respons atas pernyataan pihak JK terkait sejarah karier politik Jokowi.
Dilansir dari Kompas, Freddy menjelaskan bahwa Projo pada dasarnya melihat kontribusi Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI tersebut secara positif. Namun, pihak relawan keberatan jika kemenangan Jokowi dalam pemilihan presiden dianggap sebagai jasa perseorangan.
Freddy Damanik menekankan bahwa posisi Projo tetap menghargai sejarah perjalanan politik yang melibatkan JK.
"Ya, kalau kami Projo tidak pernah, jujur tidak pernah mengatakan tidak tahu terima kasih konteksnya Pak JK ini ya, jujur tidak pernah," kata Freddy.
Pihaknya pun menyadari bahwa ada andil besar dari tokoh-tokoh bangsa dalam perjalanan karier Presiden ke-7 RI tersebut.
"Kami justru menganggap positif peran kontributif Pak JK di dalam katakanlah karier politik Pak Jokowi," tegas Freddy.
Freddy kemudian meluruskan poin utama yang menjadi keberatan relawan terkait narasi penentu kemenangan tunggal.
"Tapi yang kami sangkal adalah, (pernyataan) ÔÇÿKalau bukan karena saya, Pak Jokowi tidak bisa jadi presidenÔÇÖ. Poinnya sebetulnya hanya di situ saja." tutur Freddy.
Menurutnya, keberhasilan seorang tokoh menjadi pemimpin negara merupakan mandat langsung dari rakyat dan hasil dari kredibilitas personal calon tersebut.
"Jadi, tidak ada yang bisa mengeklaim secara pribadi tentu seseorang menjadi presiden, termasuk Pak Jokowi. Itu adalah kehendak rakyat, itu adalah pilihan jutaan rakyat Indonesia dan faktor utama adalah rekam jejak dari calon itu sendiri," tegas Freddy.
Ia menambahkan bahwa saat JK pertama kali mengajak Jokowi, mantan Wali Kota Solo tersebut sudah memiliki basis dukungan massa yang sangat kuat.
"Katakanlah ketika Pak JK mengajak (Jokowi) itu, dia itu posisinya 90 persen sangat cintai rakyat Solo," tambahnya.
Pihak relawan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang pernah bekerja sama mendukung Jokowi selama ini.
"Kami Projo relawannya beliau, pendukungnya beliau, tidak pernah menyangkal itu. Ya, sekali lagi yang kami tolak hanya seolah-olah Pak Jokowi itu bisa jadi presiden, mohon maaf klaim Pak JK hanya karena beliau, itu yang kami sangkal." pungkas Freddy.
Di sisi lain, Juru Bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, memberikan pembelaan terkait pernyataan JK yang menjadi sorotan tersebut. Menurutnya, JK hanya memaparkan realitas sejarah tanpa maksud memamerkan jasa pribadi.
"Pak JK tidak sedang menjelaskan jasanya, saya kira tidak. Beliau sedang mengungkapkan suatu fakta, bagaimana posisi beliau dan peranannya pada saat pencalonan Pak Jokowi ketika akan menjadi Gubernur DKI," kata Husain.
Husain menjelaskan bahwa alasan JK baru mengungkap hal tersebut sekarang adalah untuk menanggapi narasi yang berkembang di lingkaran pendukung presiden.
"Kenapa ini dikeluarkan? Sebenarnya sudah lama Pak JK tidak mengungkapkan secara publish, karena tentu menjaga banyak hal, karena ini sesuatu yang tidak perlu diumbar juga," tambahnya.
Ia juga menyinggung adanya kesan negatif yang dialamatkan kepada JK oleh beberapa pihak tertentu dalam lingkaran loyalis.
"Tetapi karena makin ke sini kelihatannya banyak, ada beberapa ya loyalis-loyalis Pak Jokowi, yang mengesankan Pak JK ini kok seperti orang tidak tahu berterima kasih," lanjut Husain.
Husain menutup penjelasannya dengan menyatakan bahwa JK merasa perlu untuk mendudukkan perkara sesuai dengan fakta yang ia yakini.
"Kemudian seperti tidak tahu berbalas budi, padahal sudah diangkat atau ditempatkan sebagai wakil presiden oleh Pak Jokowi. Oleh karena itu, beliau akhirnya merasa perlu menyampaikan fakta yang sebenarnya, bahwa yang tidak berterima kasih dan tidak berbalas budi ya siapa," ungkap Husain.