PT Bank Permata Tbk (BNLI) mengumumkan aksi korporasi berupa pembagian dividen tunai sebesar Rp35 per saham. Total dana yang dialokasikan untuk pemegang saham ini mencapai sekitar Rp1,27 triliun.
Keputusan tersebut diambil menyusul kinerja keuangan perseroan yang tetap terjaga solid sepanjang tahun buku terakhir. Emiten perbankan ini dijadwalkan memasuki masa cum date dividen pada pekan ini.
Dilansir dari Stocksetup, pergerakan harga saham BNLI pada perdagangan Rabu (15/4) terpantau berada di level Rp3.480 per lembar. Angka ini menunjukkan kenaikan Rp50 atau sekitar 1,46 persen.
Dalam kurun waktu lima hari perdagangan terakhir, saham BNLI tercatat telah mengalami pertumbuhan harga hingga Rp500. Saat ini, Bank Permata didukung oleh Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali utama.
Bank Permata didirikan pada tahun 2002 sebagai hasil penggabungan beberapa lembaga perbankan nasional. Sejak saat itu, perseroan bertransformasi menjadi salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia.
Fokus utama bisnis perseroan mencakup penguatan pada sektor ritel, Usaha Kecil Menengah (UKM), serta segmen korporasi. Selain itu, pengembangan fasilitas perbankan digital terus ditingkatkan untuk memudahkan akses nasabah.
Lini Usaha Utama
Kegiatan operasional Bank Permata terbagi ke dalam empat segmen strategis. Pertama adalah Perbankan Ritel yang menyediakan produk tabungan, deposito, hingga kredit konsumtif seperti KPR dan pinjaman kendaraan.
Kedua, sektor Perbankan UKM yang memberikan solusi modal kerja dan transaksi bagi pelaku usaha kecil. Ketiga, segmen Korporasi dan Komersial yang menangani pembiayaan skala besar, investasi, serta layanan treasury.
Segmen terakhir adalah Digital Banking yang memfokuskan pada inovasi mobile dan internet banking. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas jangkauan pasar secara nasional.
Struktur Manajemen Perseroan
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), jajaran direksi dan komisaris Bank Permata diisi oleh profesional yang berpengalaman di industri keuangan. Berikut adalah rincian manajemen BNLI.
| Nama | Jabatan | Afiliasi |
|---|---|---|
| Meliza Musa Rusli | Direktur Utama | Ya |
| Dhien Tjahajani | Direktur | Ya |
| Dayan Sadikin | Direktur | Ya |
| Setiatno Budiman | Direktur | Ya |
| Rudy Basyir Ahmad | Direktur | Ya |
| Eddie Sajoga | Direktur | Ya |
| Evi | Direktur | Ya |
| Ahmad Mikail Madjid | Direktur | Ya |
| Nama | Jabatan | Independen |
|---|---|---|
| Chartsiri Sophonpanich | Komisaris Utama | Tidak |
| Chong Toh | Komisaris | Tidak |
| Niramarn Laisathit | Komisaris | Tidak |
| Haryanto Sahari | Komisaris | Ya |
| Yap Tjay Soen | Komisaris | Ya |
| Goei Siauw Hong | Komisaris | Ya |
| Chalit Tayjasanant | Komisaris | Tidak |
| Riswinandi | Komisaris | Ya |
Catatan Kinerja Keuangan 2025
Bank Permata membukukan laba bersih sebesar Rp3,59 triliun sepanjang tahun 2025. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan tipis sebesar 0,6 persen jika dibandingkan dengan laba tahun 2024 yang senilai Rp3,57 triliun.
Dari sisi pendapatan, perseroan mencatatkan angka Rp17,03 triliun, atau mengalami penurunan sekitar 1,0 persen dari tahun sebelumnya. Meski pendapatan sedikit melandai, efisiensi operasional perusahaan justru membaik.
Hal ini terlihat dari nilai EBITDA yang naik 4,3 persen menjadi Rp12,99 triliun. Dengan performa tersebut, laba bersih per saham BNLI tercatat berada di level Rp100,16 per lembar saham.