Indonesia diproyeksikan mampu mencapai swasembada gula konsumsi pada tahun 2026 setelah produksi nasional diperkirakan menyentuh angka 2,8 juta ton guna memenuhi seluruh kebutuhan domestik tanpa bergantung pada impor. Capaian signifikan ini didorong oleh integrasi perbaikan sektor hulu dan hilir industri gula tanah air.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kebutuhan gula konsumsi nasional saat ini mencapai 2,8 juta ton per tahun. Dilansir dari Money, tren produksi terus meningkat dari 2,35 juta ton pada 2022 menjadi kisaran 2,6 hingga 2,7 juta ton pada 2024 silam.
Peningkatan produktivitas tebu menjadi faktor kunci setelah rata-rata nasional yang sebelumnya tertahan di angka 60-65 ton per hektare kini mulai naik ke angka 70 ton per hektare. Pemerintah bahkan mencatat beberapa wilayah percontohan telah berhasil menembus angka 90 ton per hektare melalui penggunaan varietas unggul.
Strategi utama untuk menjaga momentum ini adalah program bongkar ratoon yang menargetkan peremajaan 200.000 hektare lahan tebu pada periode 2025-2027. Program tersebut mengganti tanaman lama yang produktivitasnya menurun hingga 30 persen dengan bibit baru berrendemen tinggi.
Melalui peremajaan lahan seluas 200.000 hektare tersebut, produksi tebu diprediksi mendapat tambahan 3 juta ton atau setara 240.000 hingga 270.000 ton gula kristal. Selain itu, pemerintah mulai memperluas ekspansi lahan di luar Pulau Jawa seperti Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi, hingga Papua.
Target perluasan lahan hingga 700.000 hektare pada 2027 diperkirakan mampu menambah produksi gula sebanyak 1,2 hingga 1,4 juta ton. Modernisasi pabrik gula tua juga menjadi prioritas karena peningkatan rendemen dari 7 persen ke 9 persen dapat menambah pasokan sebanyak 700.000 ton gula.
Sektor hilirisasi mulai dikembangkan agar tebu tidak hanya menghasilkan gula, melainkan juga produk turunan seperti bioetanol dan listrik dari bagasse. Transformasi ini diharapkan memperkuat kesejahteraan petani melalui program kemitraan dan akses teknologi yang berkelanjutan hingga tahun-tahun mendatang.