PT Prodia Widyahusada Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp144 Miliar

PT Prodia Widyahusada Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp144 Miliar
Foto: Ilustrasi PT Prodia Widyahusada Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp144 Miliar.

PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) menetapkan batas akhir pembelian saham atau cum dividen tunai tahun buku 2025 pada Senin (4/5/2026). Langkah korporasi ini memberikan kesempatan terakhir bagi investor untuk mendapatkan hak atas pembagian keuntungan perseroan.

Nilai dividen tunai yang dialokasikan mencapai lebih dari Rp144 miliar atau setara Rp162,7 per saham, seperti dilansir dari Stocksetup. Rasio pembayaran dividen tersebut mengalami peningkatan menjadi 70 persen untuk tahun buku 2025, setelah sebelumnya berada di angka 60 persen pada periode 2021 hingga 2024. Dengan harga saham PRDA di level Rp2.540 per 1 Mei 2026, perolehan yield dividen tercatat sekitar 6,53 persen.

Keputusan pembagian keuntungan ini diambil setelah mendapat persetujuan resmi dari para pemegang saham dalam pertemuan tahunan perusahaan.

"Pembagian dividen tunai sebesar lebih dari Rp144 miliar atau Rp162,7 per saham telah disetujui oleh RUPS," ujar Direktur PRDA, Marina Eka Amalia.

Peningkatan rasio pembagian keuntungan kepada investor didukung oleh capaian positif pada kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun lalu. Jaringan layanan kesehatan ini membukukan pendapatan bersih sebesar Rp2,3 triliun atau tumbuh 1,31 persen secara tahunan, dengan laba bersih yang terkumpul mencapai Rp206,7 miliar. Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan jumlah pelanggan menjadi 2,79 juta orang dan volume tes yang mencapai 20,94 juta.

Selain perluasan fisik yang mencapai 402 outlet di seluruh Indonesia, pertumbuhan juga dipicu oleh peningkatan transaksi digital melalui aplikasi resmi perusahaan yang mencatat kenaikan unduhan hingga 70 persen secara tahunan.

Berdasarkan jadwal resmi perseroan, pencatatan daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen atau recording date ditetapkan pada 6 Mei 2026. Selanjutnya, proses pendistribusian dana dividen tunai kepada para investor yang memenuhi syarat akan dilaksanakan pada 22 Mei 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi