Suhu Arab Saudi Diprediksi Capai 40 Derajat Saat Puncak Haji 2026

Suhu Arab Saudi Diprediksi Capai 40 Derajat Saat Puncak Haji 2026
Foto: Ilustrasi Suhu Arab Saudi Diprediksi Capai 40 Derajat Saat Puncak Haji 2026.

Jemaah haji Indonesia diimbau mewaspadai kenaikan suhu udara di Arab Saudi yang diprediksi menyentuh 40,5 derajat Celcius saat puncak ibadah pada Mei 2026. Petugas kesehatan mengingatkan risiko dehidrasi akibat cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Mekah dan Madinah.

Kondisi iklim di Arab Saudi saat ini mulai memasuki awal musim panas dengan suhu harian yang terpantau lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun dari Cahaya, suhu di Mekah telah mencapai 39 derajat Celcius, sementara Madinah berada pada angka 38 derajat Celcius.

"Suhu di Saudi saat musim haji sebenarnya memasuki awal musim panas. Namun suhunya tetap lebih tinggi bila dibandingkan dengan Indonesia," kata Fathi Banna AL F, Dokter pada tugas fungsi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKPPJH) PPIH Arab Saudi pada Senin (20/4/2026).

Kenaikan suhu diproyeksikan akan terus berlanjut hingga masa puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Perbedaan kelembapan udara yang kering menjadi tantangan tersendiri bagi ketahanan fisik jemaah selama menjalankan rukun haji.

"Bagaimana pun juga perlu persiapan karena perbedaan suhu Mekah dan Madinah yang lebih panas dan kering (daripada Indonesia) bisa saja menimbulkan risiko dan dikhawatirkan mengganggu proses ibadah," papar Fathi.

Paparan panas yang menyengat memicu penguapan cairan tubuh secara cepat yang sering kali tidak disadari oleh para jemaah. Dampak kesehatan yang mengintai meliputi gangguan fisik mulai dari bibir pecah-pecah hingga penurunan energi akibat kekurangan cairan akut.

"Yang pertama jika suhunya tinggi mudah terjadi penguapan. Tubuh lebih mudah berkeringat tapi enggak terasa, karena keringatnya menguap. Kalau tubuh kekurangan cairan akan timbul dehidrasi," kata Fathi.

Kondisi dehidrasi yang dibiarkan dapat memperparah kondisi mulut dan menurunkan nafsu makan jemaah secara signifikan. Hal ini berisiko melemahkan imunitas tubuh di tengah jadwal ibadah yang padat.

"Akhirnya makan pun jadi tidak enak. Energinya berkurang dan cairan juga kurang karena bibir kering bisa menimbulkan efek tersebut," papar Fathi.

Sebagai langkah mitigasi, tim kesehatan memberikan panduan pola konsumsi air secara rutin tanpa harus menunggu rasa haus muncul. Penggunaan pelembab bibir dengan kandungan tertentu juga sangat disarankan untuk proteksi tambahan.

"Minum dua teguk setiap sepuluh menit," katanya.

Selain menjaga hidrasi internal, jemaah juga disarankan melakukan pendinginan suhu permukaan tubuh secara eksternal menggunakan alat bantu sederhana. Penggunaan cairan pelindung bibir yang mengandung petroleum jelly menjadi bagian dari protokol kesehatan harian.

"Perlu membawa pelembab bibir di keterangan ada kandungan petroleum jelly biar tidak mudah kering," katanya.

Penyemprotan air ke area wajah dan tangan secara berkala dianggap efektif membantu menjaga stabilitas suhu tubuh saat berada di luar ruangan. Langkah ini penting untuk menekan risiko sengatan panas langsung.

"Untuk membantu menjaga suhu bagian luar tubuh," ujar Fathi.

Jemaah haji asal Indonesia dijadwalkan mulai mendarat di Arab Saudi pada April 2026. Pelaksanaan wukuf di Arafah yang menjadi inti ibadah haji direncanakan jatuh pada 26 Mei 2026 bertepatan dengan fase cuaca panas yang signifikan.

Artikel terkait

Rekomendasi