Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan bakal melaju secara mendatar atau sideways pada perdagangan Selasa (2/6/2026).
Sebelumnya, dilansir dari Investor Daily, IHSG ditutup melemah tipis sebesar 0,05% ke posisi 6.127,3 pada perdagangan Jumat (29/5/2026) setelah sempat menyentuh level tertinggi di 6.230.
Koreksi yang terjadi akibat tekanan jual saham yang keluar dari indeks MSCI terpantau tidak sedalam kekhawatiran pasar karena sudah diantisipasi oleh para pelaku pasar.
Pergerakan pasar modal dalam negeri juga mendapatkan sentimen positif dari penguatan mayoritas indeks bursa saham di Asia.
Kondisi tersebut didorong oleh lonjakan saham sektor teknologi di Wall Street, meskipun tensi militer antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas.
Penurunan harga minyak mentah ikut memberi dampak positif bagi pasar, meski nilai tukar rupiah di pasar spot Jumat (29/5/2026) melemah ke Rp 17.881 per dolar AS.
Berdasarkan data sektor saham, industri kesehatan mencatat koreksi paling dalam sebesar 1,49%, sedangkan sektor infrastruktur memimpin penguatan sebesar 2,89%.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memaparkan bahwa Stochastic RSI menunjukkan pembalikan arah atau reversal menuju pivot dengan histogram negatif MACD yang menyempit.
ÔÇ£Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways di kisaran 6.000-6.300 pada pekan depan,ÔÇØ tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Jumat (29/5/2026).
Di sisi lain, MNC Sekuritas memproyeksikan target koreksi indeks selanjutnya akan menguji level 5.899 yang juga bertindak sebagai area support.
MNC Sekuritas memberikan beberapa rekomendasi saham yang dapat dicermati untuk aktivitas trading pada Selasa (2/6/2026), antara lain DEWA, UNTR, UNVR, dan NCKL.